Barru — Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama Wakil Bupati Abustan A. Bintang menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim pemenangan, relawan, serta elemen masyarakat yang telah mengantarkan mereka memimpin Kabupaten Barru.
Ungkapan tersebut disampaikan dalam acara buka puasa bersama tim yang berlangsung hangat dan penuh rasa syukur di Posko Pemenangan INIMI, Jumat (27/2/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Andi Ina mengawali dengan ungkapan haru dan terima kasih kepada para tokoh, pimpinan partai pengusung, relawan, hingga seluruh simpatisan yang setia mengawal perjuangan sejak masa pencalonan. Ia menegaskan bahwa kemenangan yang diraih bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif dan kepercayaan masyarakat.
Bupati juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat harapan tim yang belum sepenuhnya terpenuhi, khususnya terkait dinamika pelantikan ASN. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pemerintahan harus tetap berjalan dalam koridor regulasi.
Meski demikian, Bupati memastikan komitmennya untuk tetap memberi perhatian terhadap para pejuang yang telah berkontribusi, sepanjang memenuhi mekanisme penilaian yang objektif dan profesional.
Lebih jauh, Bupati menegaskan tekadnya bersama Wakil Bupati untuk mengimplementasikan “Janji Mappadeceng” sebagai arah pembenahan tata kelola pemerintahan. Fokus utama diarahkan pada penguatan sistem birokrasi yang bersih, efektif, serta peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Barru.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkap capaian positif daerah, termasuk masuknya dukungan anggaran pusat sebesar Rp400 miliar pada tahun 2025, yang disebut sebagai hasil kerja bersama pemerintah daerah dan sinergi berbagai pihak.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen untuk terus merawat persatuan.
“Perjuangan kita belum selesai. Mari kita jaga kebersamaan ini demi mewariskan Barru yang lebih baik untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Abustan A. Bintang mengajak seluruh elemen tim untuk terus memelihara kebersamaan yang telah terbangun. Menurutnya, hubungan yang terjalin kini telah melampaui sekadar pertemanan dan telah menjadi ikatan persaudaraan dalam pengabdian.
Ia juga, mewakili Pemerintah Daerah bersama Bupati Andi Ina, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama setahun terakhir masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun kebijakan.
“Sekarang kita bukan lagi sekadar teman, tetapi sudah menjadi saudara. Mari kita jaga kebersamaan ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Pemenangan INIMI Drs. Andi Anwar Aksa, didampingi sang istri Puang Ani, turut hadir bersama keluarga besar INIMI.
Dalam sambutannya, Andi Anwar menegaskan bahwa pascakemenangan, seluruh elemen harus menanggalkan sekat-sekat politik dan fokus pada agenda besar pembangunan daerah.
“Sekarang tidak ada lagi istilah nomor satu, dua, atau tiga. Yang ada adalah kebersamaan untuk membangun Barru yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sementara itu, Ust. Syahrul Habib SQ, Imam Masjid Kubah 99 Asmaul Makassar, dalam tausiahnya mengutip hadis Nabi SAW tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Allah SWT, di mana yang pertama adalah imamun ‘adilun atau pemimpin yang adil.
Ia mendoakan agar Bupati dan Wakil Bupati Barru senantiasa termasuk dalam golongan pemimpin yang adil, serta menekankan bahwa keharmonisan kepala daerah dan wakilnya menjadi salah satu indikator penting kemajuan wilayah.
“Kekompakan Bupati dan Wakil Bupati sangat mempengaruhi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Habib juga menitipkan pesan kepada tim pemenangan bahwa keberhasilan sebuah tim tidak semata ditentukan oleh kecerdasan anggotanya, melainkan oleh loyalitas dan kesetiaan terhadap visi bersama.
“Yang kita butuhkan dalam sebuah tim adalah sejauh mana loyalitas dan kesetiaannya kepada tim,” ujarnya.
Acara yang dihadiri ratusan anggota tim, relawan, dan simpatisan ini juga dirangkaikan dengan pemutaran video perjalanan satu tahun proses pemenangan, mulai dari masa pencalonan hingga pelantikan pasangan kepala daerah.
Momentum tersebut menjadi penguat silaturahmi sekaligus pengingat atas perjuangan bersama, agar soliditas keluarga besar INIMI tetap terjaga dalam mengawal pembangunan Kabupaten Barru ke depan.
