Cokelat Kecil di Malam Ramadan: Kehangatan Bupati Barru Bersama Anak-Anak di Masdarul Birri


Barru-Tawa anak-anak memecah suasana malam di pelataran Masjid Masdarul Birri, Sumpang Binangae, usai shalat Tarawih, Senin malam (2/3/2026). Di bawah cahaya lampu masjid yang temaram, mereka berlari menghampiri Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang memilih tetap tinggal setelah Safari Ramadan selesai—menyapa warga dan membagikan cokelat kecil yang menghadirkan senyum lebar di wajah anak-anak.


Kegiatan Safari Ramadan di Masjid  sebenarnya telah usai. Namun suasana justru terasa semakin hangat ketika Andi Ina tidak langsung beranjak dari masjid. Ia tetap berdiri di pelataran, menyapa jamaah satu per satu, berbincang santai, dan berbagi kebahagiaan sederhana dengan warga.


Anak-anak kecil pun berlari mendekat begitu ia keluar dari masjid. Dengan senyum lembut, Andi Ina menunduk, menyapa satu per satu anak yang berdiri malu-malu namun penuh harap.


Tangannya yang tadi terangkat dalam doa, kini menggenggam cokelat kecil. Hadiah sederhana itu seketika mengubah wajah-wajah polos tersebut menjadi ceria.


“Terima kasih, Puang!” ucap seorang bocah dengan mata berbinar.


Tak ada protokoler kaku. Tak ada sekat jabatan. Ia menepuk lembut kepala anak-anak, berbincang singkat, bahkan bercanda ringan. Anak-anak pun semakin berani mendekat, larut dalam suasana hangat yang jarang mereka rasakan sedekat itu dengan seorang pemimpin daerah.


Tak hanya anak-anak, para jamaah dewasa pun turut menghampiri. Dengan sabar, Andi Ina melayani permintaan swafoto satu per satu. Ia berdiri tanpa tergesa, memastikan setiap warga yang ingin mengabadikan momen mendapatkan kesempatan. Senyum yang sama tetap terjaga, meski waktu terus berjalan.


Beberapa orang tua yang menyaksikan momen itu tampak tersenyum haru. Bagi mereka, kebersamaan seperti inilah yang membuat pemimpin terasa hadir—bukan hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam sentuhan kemanusiaan.


Malam itu, Safari Ramadan bukan sekadar agenda pemerintahan. Ia menjelma menjadi ruang perjumpaan hati.


Di Masjid Besar Masdarul Birri, tak ada jarak antara pemimpin dan rakyatnya. Yang ada hanyalah kebersamaan dalam kesederhanaan—tulus dan penuh makna.

Previous Post Next Post