Barru – Pemerintah Kabupaten Barru menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah/2026 Masehi tingkat Kabupaten Barru di Masjid Agung Nurul Iman, Jumat malam (6/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diawali dengan shalat Isya berjamaah dan dilanjutkan dengan penyerahan biaya operasional syiar Ramadan 1447 Hijriah kepada pengurus Masjid Agung Nurul Iman oleh Bupati Barru sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan dakwah dan syiar Islam selama bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Nuzulul Qur’an yang bertepatan dengan malam ke-17 Ramadan, yang menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Alhamdulillah malam ini kita berada di malam ke-17 Ramadan. Ini adalah malam yang penuh makna bagi umat Islam karena menjadi momentum peringatan turunnya Al-Qur’an. Setelah malam ini, kita diharapkan semakin meningkatkan ibadah, memakmurkan masjid, dan memperbanyak amalan untuk meraih keberkahan Ramadan,” ujarnya.
Bupati juga mengajak masyarakat memanfaatkan sisa Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan amalan, termasuk berupaya meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
“Lailatul Qadar tidak mudah kita dapatkan. Allah SWT akan memberikannya kepada hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Karena itu mari kita isi malam-malam Ramadan dengan ibadah, memperbanyak doa, dan memakmurkan masjid,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan daerah yang dicintai agar senantiasa mendapatkan keberkahan dan kemajuan serta mendukung pembangunan Kabupaten Barru.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati dijalankan sebagai amanah dan bentuk ibadah kepada Allah SWT.
“Kami memimpin dengan satu niat, yaitu Niat Mappadeceng. Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang harus kami jalankan dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan masyarakat Barru,” katanya.
Bupati juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati memiliki visi untuk membawa Kabupaten Barru menjadi daerah yang berkeadilan, maju berkelanjutan, dan sejahtera lebih cepat. Namun menurutnya, hal tersebut tidak mungkin tercapai tanpa dukungan dan kebersamaan seluruh masyarakat.
Menurut Bupati, dukungan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas dan menciptakan suasana yang kondusif bagi pembangunan daerah. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menebarkan hal-hal positif demi kemajuan Kabupaten Barru.
Di hadapan jamaah, Bupati juga mengungkapkan bahwa saat ini APBD Kabupaten Barru masih menjadi yang terendah di antara 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Meski demikian, kondisi tersebut justru menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus bekerja keras dan membuka peluang investasi demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau kita tidak membuka ruang bagi para investor untuk berusaha dengan aman dan nyaman di daerah kita, maka perubahan akan sulit terjadi. Karena itu mari bersama-sama menghadirkan suasana yang kondusif demi kemajuan Barru,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan bahwa selama satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, pemerintah daerah terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Barru.
“Kami telah melewati satu tahun masa kepemimpinan. Selama itu pula kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan amanah yang diberikan masyarakat dengan niat ibadah dan pengabdian kepada daerah,” katanya.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa serta menyambut Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat Kabupaten Barru.
“Semoga Allah SWT memberikan umur panjang dan kesehatan kepada kita semua hingga dapat merayakan hari kemenangan. Rumah jabatan terbuka bagi masyarakat untuk bersilaturahmi saat Idulfitri nanti,” tuturnya.
Sementara itu, Guru Besar Pascasarjana Fakultas Dakwah UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Nurhidayat Muhammad Said, M.Ag., dalam ceramahnya menjelaskan bahwa interaksi seorang Muslim dengan Al-Qur’an memiliki empat tingkatan utama.
Ia menjelaskan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an dimulai dari tahap membaca (How to Read), kemudian mempelajari (How to Learn), memahami makna ayat-ayatnya (How to Understand), hingga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup (How to Live With).
“Berinteraksi dengan Al-Qur'an memiliki empat level. Kita perlu mengukur diri, sudah berada di level mana saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, membaca Al-Qur’an merupakan langkah awal, namun yang paling penting adalah bagaimana Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kehidupan dan menjadi cahaya yang menuntun setiap langkah umat Islam.
Usai ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah yang diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir.
Turut hadir Wakil Bupati Barru, Ketua DPRD Barru, unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan Kementerian Agama, Ketua PMI Barru, Ketua MUI Barru, pimpinan BAZNAS, para camat, staf ahli, para asisten, pimpinan OPD, pengurus Majelis Ta’lim, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat Kabupaten Barru.
