Barru — Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, memanfaatkan momentum Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Barru untuk memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah, mulai dari penurunan angka pengangguran hingga rencana penempatan tenaga kerja ke Jepang.
Hal tersebut disampaikan Abustan saat melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Al Ittifaqi Lembae, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Senin (2/3/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, ia menyebut angka pengangguran di Kabupaten Barru mengalami penurunan signifikan dalam setahun terakhir.
“Angka pengangguran sebelumnya sekitar 8,6 persen, sekarang turun menjadi sekitar 5 persen. Ini penurunan yang cukup besar,” kata Abustan dalam sambutannya.
Menurutnya, penurunan tersebut didorong oleh sejumlah program pembangunan yang membuka lapangan kerja baru.Di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Lawallu dengan anggaran sekitar Rp270 miliar yang menyerap sekitar 320 tenaga kerja, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih senilai Rp9,7 miliar, pembentukan 18 Koperasi Merah Putih yang menyerap sekitar 800 tenaga kerja, serta pengangkatan 2.286 tenaga PPPK paruh waktu.
“Kalau dijumlahkan, ribuan tenaga kerja sudah terserap. Jadi kalau ada yang mengatakan pengangguran tidak turun, itu tidak benar,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Barru meningkat dari sekitar 4 persen menjadi lebih dari 5 persen dalam setahun terakhir.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah menargetkan pembukaan 1.000 hektare lahan tidur untuk pengembangan kopi. Dengan estimasi dua juta pohon kopi dan asumsi produksi satu kilogram per pohon, potensi produksi diperkirakan mencapai dua juta kilogram kopi.
Jika harga kopi berada di kisaran Rp60.000 per kilogram, maka perputaran ekonomi dari sektor tersebut diperkirakan dapat mencapai Rp120 miliar.
“Yang menikmati itu masyarakat Barru, bukan wakil bupati atau pejabat,” katanya.
Sementara untuk wilayah pesisir, Pemkab Barru tengah menyiapkan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi fasilitas perahu, cold storage, bengkel mesin tempel, hingga pusat kuliner.
Pemerintah daerah juga akan mengembangkan budidaya tiram guna membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Selain memaparkan program pembangunan, Abustan juga memperkenalkan program penempatan tenaga kerja ke Jepang bagi lulusan SMA dan SMK berusia maksimal 25 tahun yang belum bekerja.
Peserta program akan mengikuti seleksi dan pelatihan selama sekitar enam bulan sebelum diberangkatkan.
Di Jepang, kata dia, para pekerja berpeluang memperoleh penghasilan sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan, khususnya di sektor perikanan.
“Kalau kontrak lima tahun, insyaallah bisa pulang membawa tabungan Rp500 sampai Rp600 juta,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Barru menargetkan minimal 100 orang dapat diberangkatkan tahun ini, dengan target lima tahun mencapai 1.000 tenaga kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengingatkan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin puting beliung. Dengan garis pantai sekitar 78 kilometer, Barru termasuk wilayah yang rawan cuaca ekstrem.
Safari Ramadan itu juga diisi dengan penyerahan bantuan operasional Syiar Ramadan 1447 Hijriah kepada pengurus Masjid Al Ittifaqi Lembae.
