Barru Tatap Masa Depan: Semangat “Mappadeceng” Jadi Motor Penggerak di Hari Jadi ke-66


Barru - Menjelang perayaan Hari Jadi ke-66, Pemerintah Kabupaten Barru resmi meluncurkan identitas visual sekaligus arah strategis pembangunan tahun 2026. Momentum ini tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan penegasan visi besar daerah melalui tema: “Melangkah Maju dengan Semangat Mappadeceng Menuju Barru Berdaya dan Berketahanan.”


Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Pemerintah Kabupaten Barru, yang juga memuat filosofi logo serta ajakan partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan peringatan hari jadi daerah,Jum'at (3/3/2026)


Di bawah kepemimpinan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama Wakil Bupati Abustan A. Bintang, pemerintah daerah mengirimkan pesan kuat bahwa kemajuan tidak lagi hanya diukur dari pembangunan fisik seperti beton dan aspal, tetapi juga dari ketangguhan nilai moral, integritas, serta kemandirian masyarakat lokal.


Identitas visual Hari Jadi ke-66 Barru tampil mencuri perhatian dengan desain modern yang sarat makna filosofis. Angka “66” dibentuk dari dua lingkaran yang saling terhubung menyerupai simbol infinity (tak terbatas), yang merepresentasikan kesinambungan pembangunan yang tidak boleh terputus.


Makna tersebut diperkuat oleh sejumlah elemen visual. Siluet padi dan ikan menegaskan posisi Barru sebagai daerah agraris dan bahari dengan potensi besar di sektor pangan dan kelautan. Sementara itu, kehadiran Tugu 4 Payung menjadi simbol sejarah penyatuan empat kerajaan besar yang menjadi fondasi berdirinya Kabupaten Barru.


Di bagian atas angka, simbol api menyala menjadi representasi semangat “Mappadeceng”—nilai kearifan lokal yang mengandung makna ketulusan, kejujuran, dan komitmen untuk terus berbuat kebaikan dalam setiap lini kehidupan.


Mengusung tema “Berdaya dan Berketahanan”, Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan fokus pembangunan ke depan di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Penguatan kemandirian pangan, stabilitas fiskal daerah, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif dan responsif menjadi prioritas utama.


“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Harus ada sinergi dan kebersamaan semua elemen masyarakat agar program tepat sasaran,” demikian pesan yang disampaikan dalam rilis tersebut.


Untuk memperluas partisipasi publik, Pemkab Barru juga menginisiasi gerakan digital dengan mengajak masyarakat menggunakan Twibbon resmi sebagai bentuk dukungan terhadap visi pembangunan daerah. Selain itu, akses unduh logo dan materi publikasi juga telah disediakan melalui kanal informasi resmi pemerintah.


Memasuki usia ke-66, Kabupaten Barru tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga menegaskan kesiapan untuk melangkah lebih cepat, membangun daerah yang berdaya, tangguh, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakatnya.

أحدث أقدم