Dari Pinrang untuk Indonesia: 'Ruang Dikbud' Jadi Bukti Nyata Arsitek Muda Sulawesi Selatan Siap Taklukkan Level Global


Pinrang,– Delegasi arsitek asal Sulawesi Selatan sukses mencatatkan partisipasi strategis dalam perhelatan ARCH:ID 2026 yang berlangsung pada 23–26 April 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Festival arsitektur tahunan yang diinisiasi oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ini menjadi magnet bagi para arsitek, desainer, akademisi, dan pelaku industri untuk memperkuat jejaring profesional di tingkat nasional maupun global.


Partisipasi ini bukan sekadar kehadiran formal, melainkan penegasan eksistensi arsitek Sulawesi Selatan dalam memperkaya khazanah arsitektur nasional. Selain terlibat dalam berbagai forum diskusi, delegasi ini juga memperkenalkan lima arsitek muda terpilih yang sebelumnya telah mengukir prestasi pada ajang East Design Festival 2025.


Salah satu sorotan utama dalam pameran karya delegasi adalah proyek “Ruang Dikbud”, sebuah rancangan kantin publik milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang. Karya ini dipresentasikan oleh Ar. Abd. Rachman Nurdin, IAI, Principal Architect dari Ramasti Archinesia yang berbasis di Makassar.


Proyek ini merupakan peraih penghargaan Terbaik 1 (Juara 1) pada East Design Festival 2025. Kehadirannya di ARCH:ID 2026 menjadi bukti nyata bahwa arsitek lokal memiliki kapasitas besar untuk bersaing di panggung nasional melalui desain yang inovatif dan solutif.


Berbeda dengan bangunan instansi pemerintah yang biasanya terkesan kaku, "Ruang Dikbud" hadir dengan pendekatan yang lebih humanis. Desainnya dirancang untuk menjembatani kebutuhan fungsional dengan suasana yang akrab melalui skala bangunan yang bersahabat dan tata ruang yang cair.


Sebagai putra daerah Kabupaten Pinrang, Ar. Abd. Rachman Nurdin menekankan pentingnya arsitektur yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan.


"Selama proses desain, kami melakukan diskusi intensif dengan pihak Dinas, khususnya Sekretaris Dinas, untuk mendalami konteks kebutuhan ruang secara komprehensif. Kami sangat mengapresiasi keterbukaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang yang menerima ide dan gagasan arsitektural ini dengan sangat baik," ujar Rachman.


Ruang Dikbud diproyeksikan sebagai ruang publik yang terbuka bagi semua kalangan, menjadi wadah interaksi sosial yang menyatukan berbagai aktivitas dalam suasana harmonis. Keberhasilan konsep ini membawa proyek tersebut melangkah ke tahap selanjutnya, di mana saat ini sedang dalam persiapan untuk pembangunan tahap kedua guna pengembangan fungsi dan kualitas ruang yang lebih optimal.


Keikutsertaan delegasi Sulawesi Selatan di ARCH:ID 2026 menjadi momentum penting bagi regenerasi arsitek muda serta membuka peluang kolaborasi lintas daerah. Hal ini menegaskan bahwa potensi kreatif dari kawasan Timur Indonesia semakin siap bersaing dan memberikan warna signifikan pada perkembangan arsitektur di tingkat global.


ARCH:ID merupakan festival arsitektur tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Acara ini berfungsi sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin bagi pelaku arsitektur dan industri terkait untuk berbagi gagasan dan inovasi terkini.


Ramasti Archinesia adalah biro konsultan arsitektur yang berbasis di Makassar, Sulawesi Selatan. Dipimpin oleh Ar. Abd. Rachman Nurdin, IAI, biro ini fokus pada pengembangan desain yang kontekstual dan berdampak positif bagi lingkungan sosial.


Previous Post Next Post