Rakornas Pertanian 2026, Bupati Barru Tegaskan Kesiapan Hadapi Kemarau


Jakarta -  Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan Kementerian Pertanian di Auditorium Gedung F, Jakarta, Senin (20/4/2026).

 

Rakornas bertema “Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2026 dalam Upaya Swasembada Pangan Berkelanjutan” itu dipimpin langsung Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dan diikuti sekitar 170 bupati dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Dalam arahannya, Amran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga ketahanan pangan, terutama menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan berdampak pada produksi pertanian.

 

Pemerintah pusat, kata dia, telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, di antaranya alokasi anggaran lebih dari Rp3 triliun untuk penguatan sistem irigasi. Program tersebut mencakup rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta pompanisasi dengan target mencapai 1,5 juta hektare.

 

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 80.000 unit pompa untuk mengairi hampir 1 juta hektare lahan pertanian, terutama di wilayah yang berpotensi meningkatkan indeks pertanaman.

 

“Langkah ini diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan,” ujar Amran.

 

Tak hanya itu, Kementerian Pertanian juga menargetkan pencetakan sawah baru seluas 30.000 hektare serta penyaluran benih tahan kekeringan guna meningkatkan frekuensi tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.

 

Sementara di sektor perkebunan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,95 triliun untuk periode 2026–2027. Anggaran tersebut difokuskan pada pengembangan komoditas strategis seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, pala, dan jambu mete.

 

Dihubungi seusai kegiatan, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyatakan Pemerintah Kabupaten Barru siap mendukung kebijakan nasional tersebut.

 

Ia mengatakan, pemerintah daerah akan memperkuat langkah antisipatif, mulai dari pengelolaan air hingga peningkatan produktivitas lahan pertanian.

 

“Kami berkomitmen untuk memperkuat sektor pertanian melalui optimalisasi pengelolaan air, peningkatan produktivitas lahan, serta penguatan peran petani,” kata Andi Ina

 

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.

 

“Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis ketahanan pangan dapat tetap terjaga,” ujarnya.

 

Ia berharap hasil Rakornas tersebut dapat segera diimplementasikan di daerah, termasuk di Kabupaten Barru, guna mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

أحدث أقدم