Barru - Peringatan HUT ke-66 Kabupaten Barru Tahun 2026 kian semarak dengan hadirnya persembahan seni budaya “Sumangena To Berru’e”, sebuah karya kolaboratif yang tampil memukau dan langsung mencuri perhatian dalam rangkaian acara, Senin (13/4/2026).
Untuk pertama kalinya ditampilkan, tarian ini menjadi sajian istimewa dalam penyambutan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Ketua TP PKK Sulsel. Lebih dari sekadar pertunjukan, “Sumangena To Berru’e” menjadi simbol penghormatan sekaligus ekspresi kebanggaan generasi muda Barru.
Mengusung tema semangat pemuda dalam menjaga budaya dan mendorong kemajuan daerah, pertunjukan ini menyatukan berbagai elemen—komunitas seni, pelajar dari SMP hingga SMK, hingga Duta Budaya Kabupaten Barru—dalam satu harmoni gerak yang kuat dan penuh makna.
Dukungan musik dari Dendang Production menghadirkan aransemen energik yang menyatu dengan setiap gerakan, mempertegas pesan tentang semangat, identitas, dan optimisme generasi muda Barru.
Di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru, karya ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menumbuhkan ruang ekspresi sekaligus pelestarian budaya di kalangan generasi muda.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barru, Andi Milawaty Abustan, menegaskan bahwa penampilan ini adalah persembahan terbaik dari generasi muda untuk daerahnya.
“Ini bukan sekadar tarian, tetapi wujud semangat dan kecintaan generasi muda Barru terhadap budayanya. Kami persembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada Bapak Gubernur dan untuk HUT Barru ke-66,” ujarnya.
Dengan melibatkan 90 penampil dan dipersiapkan hanya dalam waktu satu pekan, “Sumangena To Berru’e” tetap tampil solid, kompak, dan memikat—menunjukkan kapasitas dan dedikasi tinggi para pelakunya.
Digarap oleh koreografer Nasdir Rafli, karya ini berhasil memadukan sentuhan tradisional dan modern secara harmonis, menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kuat secara pesan.
Lebih dari sekadar hiburan, “Sumangena To Berru’e” menjadi penegas bahwa budaya Barru tidak hanya dijaga, tetapi juga terus dihidupkan dan dikembangkan oleh generasi penerusnya.
