Pinrang – Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Pinrang kembali dipercaya menjadi pelaksana Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Pinrang yang akan digelar pada 21 Juni 2026 mendatang.
Sebagai sebuah gerakan kultural, KGBN menjadikan TPN sebagai ruang berbagi cerita dan praktik baik para pendidik. Meskipun tema yang diangkat selalu berbeda setiap tahun, semangat yang diusung tetap sama, yaitu menghadirkan inovasi-inovasi sederhana yang mampu membawa perubahan nyata dan berdampak positif bagi peserta didik. Karena itulah, KGBN terus mengajak para pendidik di seluruh Nusantara untuk berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah mereka lakukan.
Semangat tersebut tergambar dalam kegiatan Ruang Cerita, salah satu rangkaian kegiatan Road to TPN XIII, yang dilaksanakan secara daring pada Senin, 1 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ida Rahmah sebagai Penggerak KGBN Kabupaten Pinrang dan Yosinta MH yang mewakili Guru Belajar Foundation.
Dalam kesempatan tersebut, Ida Rahmah membagikan pengalamannya mengikuti TPN sejak tahun 2018, saat kegiatan tersebut masih dipusatkan di Jakarta. Berawal sebagai peserta, ia memperoleh banyak inspirasi dari berbagai praktik baik yang dibagikan oleh para pendidik dari berbagai daerah. Berbagai cerita tersebut kemudian menjadi sumber ide baginya dalam merancang dan menerapkan inovasi sederhana di sekolah.
Melalui pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh dari TPN, Ida Rahmah berhasil menghadirkan perubahan yang berdampak bagi peserta didik di sekolahnya. Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya menjadi salah satu pembicara yang berbagi praktik baik pada penyelenggaraan TPN di tahun-tahun berikutnya.
Sementara itu, Yosinta MH menjelaskan langkah-langkah untuk menjadi peserta maupun pembicara dalam TPN XIII. Calon peserta dapat mengakses laman pendaftaran TPN, kemudian memilih menu pendaftaran TPN XIII daerah dan mengikuti petunjuk yang tersedia hingga proses pendaftaran selesai.
Lebih lanjut, Yosinta menegaskan bahwa menjadi pembicara praktik baik bukan hanya tentang berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi sarana untuk membantu para pendidik lain menemukan solusi atas berbagai permasalahan pembelajaran yang dihadapi di kelas maupun di sekolah. Menurutnya, praktik baik tidak selalu berupa program besar dengan biaya tinggi, melainkan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
Salah satu contoh praktik baik yang dipaparkan adalah gerakan pengurangan sampah plastik di sekolah. Berangkat dari keresahan terhadap banyaknya botol plastik sekali pakai yang dibawa siswa, seorang pembicara TPN mengajak peserta didik untuk berpikir logis dan reflektif mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan.
Melalui diskusi bersama pengurus OSIS dan para guru, lahirlah gagasan sederhana bertajuk “Bawa Botol Sendiri”. Program tersebut kemudian disosialisasikan melalui berbagai media sekolah dan kampanye di kelas. Para siswa diajak menghitung jumlah sampah plastik yang dapat dikurangi dalam satu bulan apabila seluruh warga sekolah menggunakan botol minum isi ulang.
Hasilnya cukup menggembirakan. Dalam beberapa minggu, lebih dari 70 persen siswa mulai terbiasa membawa botol minum sendiri. Perubahan sederhana tersebut tidak hanya mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui TPN XIII, KGBN Kabupaten Pinrang berharap semakin banyak pendidik yang terdorong untuk berbagi cerita perubahan. Sebab, perubahan besar dalam dunia pendidikan sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.
