Lantik 11 Kepala Desa, Bupati Barru: Tak Ada Lagi Kubu A dan Kubu B


Barru — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, melantik dan mengambil sumpah jabatan 11 kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Lantai 6 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kantor Bupati Barru, Jumat, 26 Juni 2026. Pelantikan itu menjadi awal masa jabatan para kepala desa untuk periode 2026–2034.


Didampingi Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, Andi Ina mengingatkan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Tuhan.


"Sumpah yang saudara-saudari ucapkan bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan janji luhur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepada seluruh masyarakat desa yang harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata, dedikasi, kejujuran, dan keikhlasan," kata Andi Ina dalam sambutannya.


Pesan utama yang disampaikan Bupati adalah pentingnya mengakhiri polarisasi politik pasca-Pilkades. Menurut dia, kepala desa harus menjadi pemimpin bagi seluruh warga tanpa membedakan pilihan politik saat pemilihan berlangsung.


"Masa pemilihan telah usai. Tidak ada lagi kubu A ataupun kubu B. Saatnya menyatukan langkah, merangkul seluruh masyarakat, dan bersama-sama membangun desa," ujarnya.


Selain menyerukan persatuan, Andi Ina mengingatkan agar Dana Desa dan Alokasi Dana Desa dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ia meminta kepala desa menghindari penyimpangan anggaran serta mengutamakan kepentingan masyarakat.


"Gunakan anggaran tersebut untuk kepentingan masyarakat. Hindari penyimpangan dan utamakan kepentingan warga desa," katanya.


Dalam arahannya, Andi Ina juga menetapkan sejumlah agenda prioritas pembangunan desa. Pemerintah desa diminta berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan pangan, digitalisasi pelayanan desa, efisiensi penggunaan anggaran, hingga pengembangan desa wisata berbasis budaya dan sejarah.


Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, kepala desa harus memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.


"Kepala desa harus menjadi pelopor dalam membangun generasi yang cerdas dan berdaya saing sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.


Pada sektor pelayanan publik, Andi Ina meminta aparatur desa menghadirkan layanan yang cepat, ramah, mudah diakses, serta didukung administrasi pemerintahan yang tertib. Ia juga mendorong transformasi digital agar pelayanan semakin transparan sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM desa.


Bupati turut mengajak pemerintah desa menghidupkan Gerakan Rabu Bersih sebagai budaya menjaga lingkungan. Menurut dia, lingkungan yang bersih akan berdampak pada meningkatnya kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.


Dalam kesempatan itu, Andi Ina memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Barru. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dari 4,92 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen pada 2025. Ia menilai capaian tersebut harus dijaga melalui sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa.


"Kami ingin membawa Kabupaten Barru menjadi daerah yang berkeadilan, maju berkelanjutan, dan sejahtera lebih cepat. Jangan kecewakan kepercayaan masyarakat, karena membangun Barru dimulai dari desa," katanya.


Pelantikan semula dijadwalkan untuk 12 kepala desa terpilih. Namun, hanya 11 orang yang mengikuti prosesi karena Kepala Desa Jangan-Jangan terpilih meninggal dunia pada hari pelantikan. Seusai acara, Andi Ina menyampaikan belasungkawa dan mengajak seluruh hadirin mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

أحدث أقدم