Barru Kejar Target Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Masih Ada 18.732 Pekerja Belum Terdaftar


Barru - Pemerintah Kabupaten Barru mempercepat upaya perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk mengejar target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) 2026. Hingga pertengahan tahun ini, masih terdapat sekitar 18.732 tenaga kerja yang belum terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.


Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Kerja Sama Operasional (KSO) dan Evaluasi Universal Coverage Jamsostek yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Barru Andi Syarifuddin, mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Rabu, 15 Juli 2026.


Rapat dihadiri jajaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Parepare, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam perluasan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja di Kabupaten Barru.


Dalam arahannya, Andi Syarifuddin mengatakan pemerintah daerah menjadikan peningkatan cakupan BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu prioritas pelayanan publik. Fokus utamanya adalah menjangkau pekerja sektor informal dan kelompok pekerja rentan yang selama ini belum memperoleh perlindungan.


"Target kita adalah bagaimana masyarakat, khususnya para pekerja, mendapatkan manfaat perlindungan yang maksimal. Terutama pekerja mandiri dan sektor nonformal yang sebagian besar merupakan kelompok rentan. Program BPJS Ketenagakerjaan sangat penting karena memberikan perlindungan melalui jaminan kecelakaan kerja, santunan kematian, hingga berbagai manfaat lainnya," kata Andi Syarifuddin.


Ia meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan forum tersebut untuk menyusun strategi percepatan kepesertaan. Menurut dia, pengalaman BPJS Ketenagakerjaan di berbagai daerah dapat menjadi rujukan dalam memperluas cakupan perlindungan di Barru.


"Kami ingin mendengar strategi dan masukan yang dapat diterapkan di Kabupaten Barru agar pertumbuhan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dapat dipercepat. Ini menjadi perhatian khusus Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati karena manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.


Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Parepare, Sahid Wahid, memaparkan target Universal Coverage Jamsostek Kabupaten Barru pada 2026 mencapai **45.768 tenaga kerja**. Namun hingga saat ini baru sekitar **27.036 tenaga kerja** yang tercatat sebagai peserta aktif, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar **18.732 tenaga kerja** untuk mencapai target tersebut.


Menurut Sahid, tingkat kepesertaan pekerja formal di Kabupaten Barru sudah mencapai sekitar **81 persen**. Sebaliknya, pekerja sektor informal baru berada di kisaran **13 persen**, sehingga menjadi sasaran utama perluasan kepesertaan dalam beberapa waktu ke depan.


Dalam rapat itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memaparkan sejumlah regulasi yang mendukung perluasan perlindungan sosial, termasuk **Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025** tentang optimalisasi penghapusan kemiskinan ekstrem. Regulasi tersebut mendorong pemerintah daerah mengalokasikan anggaran bagi perlindungan pekerja rentan, khususnya masyarakat pada kelompok desil 1 hingga desil 5.


Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pembiayaan kepesertaan juga dapat didukung melalui APBDes, Dana Bagi Hasil (DBH), maupun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.


Rapat ditutup dengan pembahasan langkah-langkah strategis antara Pemerintah Kabupaten Barru dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas cakupan kepesertaan, meningkatkan perlindungan bagi pekerja rentan, serta mempercepat tercapainya target Universal Coverage Jamsostek di Kabupaten Barru.

Previous Post Next Post