Jelang Peresmian, Bupati Barru Pimpin Rakor Sekolah Rakyat, Pastikan Program Berdampak Nyata bagi Masyarakat


Barru – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Operasional Sekolah Rakyat di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 5 Kantor Bupati Barru, Rabu (8/7/2026), guna memastikan seluruh aspek pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat siap sebelum diresmikan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia pada 14 Juli 2026.


Dalam rapat tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sehingga Kabupaten Barru menjadi salah satu dari sembilan daerah di Sulawesi Selatan yang memperoleh Program Sekolah Rakyat Permanen. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Barru bersama Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan.


Bupati menegaskan bahwa seluruh pembangunan harus diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas. Ia mengingatkan agar Sekolah Rakyat dibangun dengan standar keamanan, kenyamanan, dan kelayakan terbaik karena akan menjadi aset pendidikan jangka panjang bagi masyarakat Barru.


"Jangan memburu target waktu tetapi mengabaikan kualitas bangunan. Sekolah Rakyat ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Barru. Karena itu kualitasnya harus benar-benar dijaga," tegasnya.


Perhatian khusus juga diberikan terhadap fasilitas sanitasi. Bupati menilai toilet merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi para siswa.


Selain pembangunan fisik, Bupati meminta seluruh perangkat daerah mempercepat persiapan operasional, mulai dari pemeriksaan kesehatan siswa, pengamanan, pengelolaan sampah, hingga memastikan seluruh perlengkapan siswa tersedia sebelum kegiatan belajar dimulai.


Ia menekankan bahwa seluruh OPD harus bekerja secara terpadu agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan optimal sejak hari pertama.


"Semua OPD harus bergerak. Jangan ada yang bekerja sendiri-sendiri. Kita sukseskan bersama karena ini adalah program negara sekaligus kebanggaan masyarakat Barru," ujarnya.


Dalam arahannya, Bupati juga menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Barru. Ia meminta pelaku usaha lokal diprioritaskan dalam pengadaan kebutuhan sekolah serta masyarakat Barru diberi kesempatan menjadi tenaga keamanan, tenaga kebersihan, juru masak, maupun tenaga pendukung lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.


"Saya tidak mau masyarakat Barru hanya menjadi penonton. Pengusaha-pengusaha lokal harus merasakan manfaat ekonomi dari hadirnya Sekolah Rakyat," katanya.


Menurut Bupati, perjuangan menghadirkan Sekolah Rakyat bukan hanya untuk membuka akses pendidikan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Di sisi lain, Bupati menegaskan proses rekrutmen tenaga pendidik harus dilakukan secara profesional berdasarkan kompetensi, bukan karena hubungan keluarga maupun kedekatan pribadi.


Ia juga mengingatkan agar seleksi peserta didik tetap mengacu pada ketentuan pemerintah dengan memprioritaskan keluarga kategori desil 1 dan desil 2, disertai pemerataan peserta dari seluruh kecamatan serta pemeriksaan kesehatan fisik dan mental.


Menutup arahannya, Bupati meminta PDAM memastikan kebutuhan air bersih Sekolah Rakyat tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat sekitar.


"Jangan sampai hadirnya Sekolah Rakyat justru menghadirkan masalah baru bagi rakyat. Sekolah Rakyat harus memberi manfaat besar, bukan mengurangi hak masyarakat mendapatkan air bersih," tegasnya.


Sementara itu, Ardian Saputra selaku kontraktor pelaksana dari PT Waskita Karya menyampaikan bahwa seluruh fasilitas utama untuk operasional awal telah dipersiapkan. Sebanyak 330 siswa dijadwalkan mulai memasuki kawasan Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026, sedangkan penyelesaian fasilitas permanen ditargetkan rampung pada 20 Juli 2026.


Perwakilan Kementerian Sosial RI, Nurlina, juga memberikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Kabupaten Barru. Berdasarkan hasil pemantauan di Sulawesi Selatan, progres persiapan Sekolah Rakyat di Barru dinilai sebagai salah satu yang paling maju dan diharapkan menjadi percontohan pelaksanaan program di daerah lain.


Rapat koordinasi turut dihadiri kepala OPD terkait, Kepala BPS Kabupaten Barru, para PIC Sekolah Rakyat Kementerian Sosial RI, Camat Soppeng Riaja, Wakil Kepala SRT 65 Barru beserta wali asuh, Kepala Desa Lawallu, dan sejumlah undangan lainnya.

Previous Post Next Post