Kadis DPTPHP Barru Tegaskan Komitmen Perkuat Pertanian Modern untuk Wujudkan Swasembada Pangan


Barru – Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DPTPHP) Kabupaten Barru, Ir. Ahmad M.M., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sektor pertanian melalui pendampingan penyuluh, penerapan teknologi pertanian modern, pembangunan sarana irigasi, hingga penguatan kemitraan dengan berbagai pihak untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Hal tersebut disampaikannya saat menyampaikan laporan pada kegiatan
Gerakan Panen Bersama  dirangkaiKan Tanam Bersama di Lokasi  Penangkaran 200 HA mendukung Luas Tambah Tanam (LTT) MT 2026 Kelompok Tani Sipurennu II Desa Corawali Kecamatan Tanete Rilau, Jumat (10/7/2026).

Di hadapan Wakil Bupati Barru DAbustan A. Bintang, M.Si., Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Taufiq Ratule beserta jajaran, Tim Ahli Menteri Pertanian, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, unsur Forkopimda, Bulog, perbankan, penyuluh, dan kelompok tani, Ahmad menyampaikan bahwa lokasi tersebut merupakan sentra penangkar benih yang memperoleh dukungan APBN untuk Musim Tanam (MT) II seluas 200 hektare.

Menurutnya, varietas yang dikembangkan adalah Cakrabuana dan Situ Bagendit yang memiliki umur panen sekitar 80 hari. Selanjutnya pada MT III akan diterapkan sistem pertanian modern menggunakan mekanisasi sehingga umur tanaman dapat dipersingkat menjadi sekitar 75 hari tanpa lagi melalui proses persemaian.

"Ini adalah bagian dari pertanian modern yang terus kita dorong agar indeks pertanaman meningkat dan produktivitas petani semakin baik," ujarnya.

Ahmad juga menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim dan potensi El Nino tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan produktivitas pertanian. Ia mengutip arahan Menteri Pertanian yang mewajibkan setiap penyuluh pertanian membina sedikitnya 50 hektare lahan.

Ia kemudian mengungkapkan arahan khusus yang diterimanya dari Wakil Bupati Barru.

"Kalau arahan Bapak Wakil Bupati kemarin kepada saya, 'Pak Kadis, jangan kau tinggal di kantor, selalu kau di sawah.' Arahan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir bersama petani di lapangan," ungkap Ahmad.

Arahan tersebut, lanjutnya, menjadi semangat bagi seluruh jajaran DPTPHP agar tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi aktif mendampingi petani dalam setiap tahapan budidaya.

Dengan jumlah 56 orang penyuluh di Kabupaten Barru, Ahmad optimistis target pendampingan sekitar 2.800 hektare lahan pertanian dapat diwujudkan melalui pembinaan yang lebih intensif.

Ia juga melaporkan bahwa Kabupaten Barru terus memperoleh dukungan Program Optimasi Lahan (Oplah). Tahun 2026, Barru mendapat alokasi sekitar 2.100 hektare setelah sebelumnya memperoleh sekitar 1.900 hektare.

Menurutnya, dukungan tersebut semakin memperkuat upaya peningkatan produksi padi di Kabupaten Barru.

Pada kesempatan itu, Ahmad turut menyampaikan kabar menggembirakan mengenai harga gabah yang mengalami kenaikan. Berdasarkan informasi dari Bulog, harga gabah di tingkat petani saat ini telah mencapai sekitar Rp7.900 per kilogram, jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

"Ini menjadi kabar baik bagi petani karena hasil panennya memiliki nilai jual yang lebih tinggi," katanya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan Agritama dalam pengadaan benih. Menurutnya, pembayaran hasil penjualan benih kepada petani dilakukan langsung melalui rekening masing-masing tanpa potongan yang memberatkan.

"Kami ingin petani memperoleh keuntungan yang maksimal. Pembayaran dilakukan secara transparan dan tidak ada potongan yang berlebihan sebagaimana sering dikeluhkan petani," jelasnya.

Dalam upaya menghadapi musim kemarau, Ahmad melaporkan bahwa pemerintah terus memperkuat infrastruktur sumber air. Setelah membangun lebih dari 200 sumur pada tahun sebelumnya, tahun ini kembali akan dibangun sekitar 70 sumur baru untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.

Selain pembangunan sumur, DPTPHP juga menyerahkan bantuan pompa air berkapasitas tiga inci kepada kelompok tani yang wilayahnya berpotensi mengalami kekeringan sebagai langkah mitigasi dampak El Nino sekaligus mendukung pelaksanaan Musim Tanam III.

Ahmad mengungkapkan bahwa dukungan Kementerian Pertanian terhadap kebutuhan sarana produksi pertanian terus mengalir. Bahkan, Dirjen Hortikultura selalu meminta daerah menyampaikan kebutuhan yang diperlukan selama tujuannya untuk meningkatkan luas tanam.

"Pesan Bapak Dirjen sangat jelas, berapa pun kebutuhan pompa akan didukung, yang penting petani terus menanam padi," ujarnya.

Menutup laporannya, Ahmad mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk terus menjaga semangat meningkatkan produksi pangan.

"Tiada hari tanpa menanam, jangan pernah berhenti menanam. Dengan sinergi pemerintah, penyuluh, dan petani, kita optimistis pertanian Barru akan semakin maju, berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional," pungkasnya.

Previous Post Next Post