Pinrang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 116 Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk "Sekolah Seru Tanpa Bully" melalui kegiatan sosialisasi pencegahan bullying bagi siswa SD Negeri 86 Pinrang, yang berlokasi di Desa Bunga, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan melalui sikap saling menghargai, menghormati, serta peduli terhadap sesama.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan antara mahasiswa KKN dengan para siswa untuk menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Selanjutnya, peserta diajak menyaksikan video animasi edukasi mengenai bullying sebagai media pembelajaran yang menarik sekaligus memudahkan siswa memahami materi yang akan disampaikan.
Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa KKN menjelaskan pengertian bullying, perbedaan antara bercanda dan tindakan perundungan, serta berbagai bentuk bullying, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat mengenali perilaku yang termasuk tindakan bullying.
Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa tindakan seperti mengejek teman, memberikan julukan yang tidak disukai, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan fisik merupakan bentuk perundungan yang dapat memberikan dampak buruk bagi korban. Melalui penyampaian yang interaktif, siswa diajak memahami pentingnya menciptakan hubungan pertemanan yang sehat dan saling menghormati.
Selain membahas bentuk dan dampak bullying, sosialisasi juga menanamkan nilai-nilai empati, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Mahasiswa KKN mengajak siswa untuk berani mengambil tindakan positif ketika menyaksikan bullying, seperti mengatakan "stop", membantu teman yang menjadi korban, serta melaporkan kejadian tersebut kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.
Pelaksana program kerja individu "Sekolah Seru Tanpa Bully", Alya Nur Rahma Sari, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, mengajak seluruh siswa untuk menjadi pelopor lingkungan sekolah yang ramah dan bebas dari perundungan.
"Adik-adik harus ingat bahwa menjadi anak yang hebat bukan berarti menjadi anak yang paling kuat atau paling ditakuti. Anak yang hebat adalah anak yang mampu menghargai perbedaan, berkata baik, membantu teman yang sedang kesulitan, dan berani mengatakan tidak pada bullying. Mari kita bersama-sama menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk semua," ujar Alya.
Sebagai bentuk evaluasi, kegiatan ditutup dengan kuis interaktif yang menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Suasana semakin meriah ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu "Stop Bullying", yang menjadi media edukasi untuk memperkuat pesan tentang pentingnya menghentikan segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta berbagi pengalaman mengenai pentingnya saling menghargai dan menjaga perasaan teman. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para peserta.
Sebagai penutup, mahasiswa KKN 116 Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin menyerahkan frame "Stop Bullying" kepada Kepala SD Negeri 86 Pinrang sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama pihak sekolah sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan lancar. Melalui program "Sekolah Seru Tanpa Bully", diharapkan para siswa mampu menerapkan nilai-nilai empati, toleransi, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bebas dari bullying, serta mendukung tumbuh kembang setiap anak secara optimal.

