Barru Juara 2 SSIC 2026, Bupati Andi Ina Bidik Investasi Hilirisasi Udang


MAKASSAR — Kabupaten Barru kembali menunjukkan daya saingnya di sektor investasi. Melalui proyek unggulan Industri Pengolahan Udang Terintegrasi, Barru berhasil meraih Juara 2 South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.


Prestasi tersebut diraih dalam babak final SSIC 2026 yang digelar di Ruang Baruga Phinisi Lantai 4, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (27/8/2026). Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari hadir langsung mendampingi jajaran Pemkab Barru dalam ajang yang diinisiasi Forum PINISI SULTAN tersebut.


Barru berhasil menembus lima besar setelah bersaing dari 22 Executive Summary (ExSum) proyek investasi daerah yang mengikuti seleksi. Pada babak final, Barru bersaing dengan Jeneponto, Sidrap, Sinjai, dan Toraja Utara.


Di hadapan panelis, Pemkab Barru melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dr. S. Rifatullah Akil, S.STP., M.M., memaparkan potensi hilirisasi komoditas udang sebagai peluang investasi unggulan.


Barru memiliki produksi udang sekitar 4.500 ton per tahun dan menjadi salah satu daerah penghasil udang terbesar di Sulawesi Selatan. Namun, sebagian besar komoditas tersebut masih keluar daerah dalam bentuk bahan baku. Artinya, nilai tambah dari komoditas bernilai ekonomi tinggi itu belum sepenuhnya dinikmati masyarakat dan daerah.


Pemkab Barru kemudian menawarkan solusi melalui pembangunan industri pengolahan udang terintegrasi berbasis ekonomi sirkular. Konsep ini tidak hanya mengolah udang menjadi produk bernilai tambah, tetapi juga mengoptimalkan hasil samping untuk membangun ekosistem industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.


Peluang pasarnya pun terbuka lebar. Permintaan global terhadap udang beku dan produk olahannya diproyeksikan terus tumbuh hingga 2045, dengan nilai pasar mencapai USD 70–80 miliar. Melalui hilirisasi, nilai tambah komoditas udang Barru diproyeksikan dapat meningkat hingga 3,3 kali lipat.


Dari sisi konektivitas, Barru memiliki keunggulan dengan dukungan pelabuhan, jalur kereta api, transportasi darat, serta ketersediaan lahan untuk pengembangan industri.


Bupati Andi Ina menilai capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi momentum untuk membawa potensi investasi Barru semakin dekat dengan calon investor.


“Kami berkomitmen mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui skema investasi yang berkelanjutan dan kompetitif. Harapannya, proyek hilirisasi udang ini dapat menarik minat investor dan memperkuat posisi Barru sebagai kawasan potensial pengembangan industri perikanan di Sulawesi Selatan,” ujarnya.


Adapun hasil akhir SSIC 2026 menempatkan Kabupaten Sinjai sebagai Juara 1 melalui proyek Industri Minyak Ikan, Kabupaten Barru sebagai Juara 2 melalui Industri Pengolahan Udang Terintegrasi, dan Kabupaten Jeneponto sebagai Juara 3 melalui proyek Industri Pakan Ternak.


Bagi Barru, SSIC 2026 menjadi panggung strategis untuk mengubah potensi komoditas menjadi peluang investasi nyata. Dari produksi udang di tambak, Pemkab Barru kini mendorong langkah lebih jauh: mengolah, meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan membangun industri perikanan yang berkelanjutan di daerah sendiri.

Previous Post Next Post