Barru — Di tangan beliau, Barru ini semakin cantik.Kalimat itu meluncur dari Ketua Pengurus Daerah Indonesia Off-Road Federation (IOF) Sulawesi Selatan, Adi Rasyid Ali (ARA), saat memberikan sambutan pada Malam Ramah Tamah Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V Tahun 2026 di Lappa Laona, Kecamatan Tanete Riaja, Jumat (28/8/2026).
Pujian tersebut ditujukan kepada Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, yang dinilai ARA telah membawa perubahan positif bagi Barru, khususnya dalam mengembangkan kawasan Lappa Laona.
Pernyataan ARA langsung disambut jawaban “Betul!” dari para hadirin.
Bagi ARA, perubahan Lappa Laona terlihat jelas dibandingkan ketika dirinya pertama kali menjajal kawasan tersebut sekitar satu dekade lalu. Kini, Lappa Laona tidak hanya dikenal sebagai medan menantang bagi para pencinta offroad, tetapi juga semakin kuat sebagai destinasi wisata pegunungan.
“Saya melihat apa yang ada di Lappa Laona sekarang ini banyak sekali perubahan,” ujar ARA di hadapan Bupati Barru, Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol. Dr. Pria Budi, Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, jajaran Pemkab Barru, peserta offroad dan masyarakat.
Menurutnya, jika sejumlah daerah memiliki destinasi yang kerap disandingkan dengan Swiss, maka Sulawesi Selatan memiliki Lappa Laona.
“Ini Swiss-nya Sulawesi Selatan,” kata ARA.
Ia menilai pesona Lappa Laona semakin kuat ketika musim hujan tiba. Hamparan pegunungan yang menghijau, panorama dari ketinggian, serta udara dingin membuat kawasan tersebut memiliki karakter wisata yang berbeda.
“Kalau tidak musim kemarau, ini hijau. Waktu itu kita datang hijau, sangat-sangat menarik. Kita ambil gambar dari atas, luar biasa sekali,” tuturnya.
Namun bagi para offroader, keindahan tersebut hadir bersamaan dengan tantangan. Angin kencang dan medan pegunungan menjadi bagian dari pengalaman yang justru membuat Lappa Laona semakin menarik.
ARA sendiri bukan orang baru di kawasan tersebut. Sekitar 10 tahun lalu, ia pernah menjajal medan Lappa Laona dengan tantangan yang jauh lebih ekstrem.
Pengalaman itu membuatnya mengetahui karakter medan kawasan tersebut. Kini, ia justru melihat sesuatu yang berbeda: Lappa Laona mulai tumbuh bukan hanya sebagai arena petualangan, tetapi juga sebagai ruang wisata yang memiliki potensi besar.
Perkembangan Lappa Laona menjadi gambaran bagaimana potensi alam Barru dapat dikemas menjadi kekuatan wisata dan kegiatan berskala lebih luas.
Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V Tahun 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan wajah Lappa Laona kepada para offroader dari berbagai daerah.
Karena itu, ARA mendorong agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.
Ia berharap Bhayangkara Off Road dapat dipersiapkan lebih matang pada seri berikutnya, termasuk dengan dukungan anggaran yang lebih jelas.
“Kami tadi sudah bicara juga dengan Pak Gubernur, Pak Dir, bahwa ke depan tolong diprioritaskan ada anggarannya untuk Bhayangkara Seri 5 atau Seri 6, supaya kita jelas sudah ada target untuk bikin kegiatan,” katanya.
Bahkan, ARA membuka peluang agar kegiatan berikutnya dikembangkan dengan format kompetisi.
“Next ke depan kemungkinan kita akan bikin dengan kegiatan kompetisinya,” ujarnya.
Jika gagasan tersebut terealisasi, Lappa Laona berpeluang bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya komunitas offroad, tetapi juga menjadi salah satu titik kegiatan olahraga otomotif yang diperhitungkan di Sulawesi Selatan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Barru, perkembangan Lappa Laona menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata daerah kepada publik yang lebih luas.
Pujian ARA menjadi menarik karena datang dari seseorang yang telah mengenal medan Lappa Laona sejak lama. Ia membandingkan langsung kondisi kawasan tersebut dari masa ke masa dan melihat adanya perubahan yang nyata.
“Di tangan beliau, Barru ini semakin cantik,” kata ARA.
Kalimat tersebut sekaligus menjadi pengakuan bahwa perubahan wajah Barru mulai terlihat dari salah satu kawasan andalannya.
Lappa Laona kini tidak hanya menawarkan medan bagi mereka yang mencari tantangan, tetapi juga panorama bagi mereka yang ingin menikmati alam.
Dari ketinggian Tanete Riaja, Barru memperlihatkan wajahnya yang lain: hijau, sejuk, menantang, sekaligus memikat.
Dan sebagaimana disebut ARA, jika Sulawesi Selatan punya “Swiss”, Lappa Laona layak menjadi salah satu namanya.
