Barru - Dinginnya udara pegunungan Lappa Laona tak menyurutkan semangat peserta Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V Tahun 2026. Justru di tengah suasana alam yang sejuk itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel Kombes Pol. Dr. Pria Budi, S.I.K., M.H., M.Han., menyebut Barru telah memberikan pengalaman yang tak biasa bagi rombongan kepolisian dan para offroader.
Hal itu disampaikan Pria Budi saat mewakili Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., dalam Malam Ramah Tamah Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V Tahun 2026 di Lappa Laona, Kecamatan Tanete Riaja, Jumat (28/8/2026).
Mengawali sambutannya, Pria Budi mencairkan suasana dengan mengajak peserta meneriakkan salam khas offroader.
“Salam Offroad!” serunya.
“Go! Go! Go!” sahut para peserta dan tamu yang hadir.
Suasana semakin meriah ketika ia kembali meminta peserta mengulang teriakan tersebut dengan semangat yang lebih tinggi.
Di hadapan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, Ketua IOF Pengda Sulsel Adi Rasyid Ali atau Om Ara, jajaran Pemerintah Kabupaten Barru, pejabat utama Polda Sulsel dan Polres Barru, Pria Budi menyampaikan salam hangat sekaligus permohonan maaf Kapolda Sulsel yang belum dapat hadir karena menjalankan tugas di Jakarta.
Menurutnya, Kapolda Sulsel sebenarnya sangat ingin hadir dalam kegiatan tersebut. Namun karena agenda di Jakarta, kehadiran Kapolda didelegasikan kepadanya.
“Kami sampaikan permohonan maaf sekaligus salam hangat dari Bapak Kapolda. Sedianya beliau ingin hadir di sini, namun ada tugas di Jakarta, sehingga beliau mendelegasikan kepada kami untuk bisa hadir pada malam hari ini,” ujarnya.
Pria Budi juga secara khusus mengapresiasi sambutan Pemerintah Kabupaten Barru. Ia mengaku perjalanan menuju Lappa Laona telah memacu adrenalin sekaligus membuat rombongan terpukau dengan keindahan alam Barru.
“Ketika kami sampai tadi, adrenalin sudah terbakar. Dari bawah tadi melihat pemandangan-pemandangan begitu indah, berikut dengan jurang kiri-kanan. Jadi memang adrenalin itu meningkat, rasa dingin itu tidak terasa,” katanya.
Namun, pengalaman itu semakin berkesan ketika rombongan tiba di salah satu titik penyambutan dan disambut langsung oleh Bupati Barru bersama tarian Pakkuru Sumange.
Pria Budi mengaku terkejut sekaligus tersanjung dengan sambutan tersebut.
“Saya kaget juga disambut dengan tarian Pakkuru Sumange, luar biasa. Saya ucapkan terima kasih, Bu,” tuturnya.
Ia bahkan mengenang masa ketika dirinya masih menjabat sebagai Kapolres Parepare. Saat itu, menurutnya, penyambutan dengan tarian masih sering dilakukan. Namun, setelah beberapa tahun, ia mengaku sudah jarang mendapatkan pengalaman serupa.
“Sudah lama rasanya nggak disambut dengan tari-tarian. Dulu sering, tapi sudah enam sampai tujuh tahun nggak pernah. Agak grogi juga, apalagi yang menyambut Ibu Bupati,” ujarnya disambut suasana hangat para tamu.
Ia kemudian mengajak seluruh hadirin memberikan tepuk tangan untuk Bupati Barru.
“Terima kasih, Bu. Sangat luar biasa. Semoga beliau sukses,” katanya.
Dalam sambutannya, Pria Budi menegaskan bahwa Bhayangkara Off Road telah berkembang dari sekadar kegiatan otomotif menjadi agenda yang memiliki dimensi sosial.
Kegiatan tahunan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tersebut, kata dia, sejak awal bekerja sama dengan Indonesia Off-Road Federation (IOF).
Pria Budi bahkan mengungkapkan bahwa dirinya turut menjadi bagian dari sejarah awal pelaksanaan Bhayangkara Off Road ketika masih menjabat sebagai Kapolres Parepare.
“Kalau tidak percaya, seri pertama waktu itu di Parepare. Kebetulan Ibu Bupati, kami ini waktu itu jadi Kapolres Parepare termasuk yang menginisiasi kegiatan Bhayangkara Off Road ini,” ungkapnya.
Ia bersyukur kegiatan tersebut terus berkembang hingga memasuki Seri V pada 2026.
Yang membuatnya semakin bangga, pelaksanaan tahun ini tidak hanya menghadirkan tantangan lintasan bagi para offroader, tetapi juga diisi berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Sekarang lebih luar biasa karena tidak hanya offroad saja, dibarengi dengan kegiatan-kegiatan yang langsung menyentuh kepada masyarakat,” katanya.
Ia menyebut bantuan sosial yang telah disalurkan kepada masyarakat Barru sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Selain itu, agenda juga dilanjutkan dengan pengobatan gratis dan penanaman pohon.
“Kalau dulu cuma kita offroad saja, sekarang menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Pria Budi juga mengapresiasi suasana Malam Ramah Tamah yang dinilainya jauh dari perkiraan. Ia sempat membayangkan suasana Lappa Laona akan sunyi karena berada di kawasan pegunungan.
Di tengah udara dingin, acara berlangsung meriah dengan hiburan musik dan penampilan artis KDI. Sound system yang disiapkan panitia juga membuat suasana semakin hidup.
“Memang dingin, lama-lama bisa jadi es batu. Ini saja Ibu Bupati, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Sangat luar biasa,” katanya.
Dengan suasana alam pegunungan, tenda yang berdiri di medan yang tidak sepenuhnya rata, serta rangkaian kegiatan yang penuh kebersamaan, Pria Budi menyebut pengalaman di Lappa Laona sebagai cerita berkesan yang akan dibawa pulang para peserta.
“Ini menjadi success story bagi kita semua,” ujarnya.
