Pinrang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi Desa (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja penyusunan peta tematik berbasis penginderaan jauh di Desa Bunga, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang pada hari Sabtu (01/8/2026) . Kegiatan ini bertujuan menyediakan informasi geospasial yang lengkap, akurat, dan mudah dipahami guna mendukung perencanaan pembangunan desa berbasis data spasial.
Program kerja tersebut menghasilkan lima peta tematik, yaitu Peta Tata Guna Lahan, Peta Suhu Perairan, Peta Topografi, Peta Mitigasi Bencana Angin Kencang, dan Peta Potensi Desa. Seluruh peta disusun melalui pengolahan citra satelit Landsat-9 dengan memanfaatkan perangkat lunak ENVI 5.3, ArcGIS, dan Surfer, serta didukung oleh observasi lapangan dan data dari Pemerintah Desa Bunga.
Peta tata guna lahan menunjukkan bahwa wilayah Desa Bunga didominasi oleh lahan persawahan yang tersebar di hampir seluruh kawasan desa, dengan permukiman yang berkembang mengikuti jaringan jalan utama. Selain itu, peta ini juga menampilkan berbagai fasilitas umum, seperti kantor desa, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas kesehatan, yang menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat.
Pada peta suhu perairan, diperoleh gambaran distribusi suhu badan air di Desa Bunga dengan kisaran sekitar 27,5°C hingga 31°C. Informasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan sistem irigasi serta mendukung sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat. Sementara itu, peta topografi memperlihatkan bahwa elevasi wilayah Desa Bunga berada pada kisaran 14 hingga 54 meter di atas permukaan laut, dengan karakteristik wilayah dataran rendah yang mendukung kegiatan pertanian.
Adapun peta mitigasi bencana angin kencang disusun untuk mengidentifikasi tingkat kerawanan wilayah berdasarkan kondisi penggunaan lahan, topografi, dan tutupan vegetasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar area persawahan memiliki tingkat keterpaparan yang cukup tinggi terhadap angin kencang karena sifatnya yang terbuka. Informasi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa dalam menyusun langkah mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.
Sebagai integrasi dari seluruh hasil pemetaan, peta potensi desa disusun untuk menggambarkan kondisi wilayah secara menyeluruh, termasuk batas administrasi, jaringan jalan, fasilitas umum, penggunaan lahan, dan jaringan irigasi. Peta ini diharapkan menjadi media informasi yang bermanfaat bagi pemerintah desa dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta pengelolaan potensi desa secara berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin berharap hasil pemetaan yang telah disusun dapat menjadi dokumen pendukung yang bernilai strategis bagi Pemerintah Desa Bunga, masyarakat, dan pihak terkait lainnya dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih terarah, efektif, dan berbasis data.

