Mahasiswa KKN Unhas Hadirkan Kalender Pertanian berdasarkan Kearifan Lokal


Pinrang-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan sebuah kalender pertanian berbasis kearifan lokal sebagai upaya mendukung sektor pertanian sekaligus melestarikan budaya masyarakat di Desa Bunga, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang. Pada hari selasa (4/08/2026).


Kalender pertanian ini disusun berdasarkan tradisi yang telah lama menjadi pedoman masyarakat dalam menentukan siklus bercocok tanam yaitu tradisi Mappalili. Melalui pengumpulan informasi dari tokoh masyarakat, mahasiswa KKN merangkum waktu pelaksanaan kegiatan pertanian ke dalam sebuah kalender yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami. Penyajian dalam bentuk kalender diharapkan dapat memudahkan masyarakat maupun khalayak umum untuk mengetahui siklus pertanian yang telah lama diterapkan oleh masyarakat Desa Bunga sebagai bagian dari warisan budaya yang masih bertahan hingga saat ini.


Dalam kalender tersebut, masa tanam padi ditandai pada bulan Januari dan Juni, sedangkan masa panen berlangsung pada bulan Mei dan Oktober. Penyusunan waktu tanam dan panen mengacu pada kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun, sehingga diharapkan tetap relevan dengan kondisi dan kebiasaan masyarakat setempat. Informasi tersebut juga menunjukkan bahwa pengetahuan lokal memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengatur aktivitas pertanian berdasarkan pengalaman yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.


Selain berfungsi sebagai panduan musim tanam, kalender ini juga menjadi media edukasi untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi pertanian, pengetahuan lokal tetap memiliki peran penting sebagai bagian dari identitas masyarakat yang perlu dijaga dan dilestarikan. Melalui kalender ini, masyarakat umum diharapkan dapat lebih mengenal bahwa tradisi lokal tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menyimpan pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.


Inovasi sederhana ini juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kearifan lokal sehingga dapat mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan. Kehadiran kalender pertanian berbasis kearifan lokal ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dalam mendokumentasikan pengetahuan masyarakat agar tetap dikenal oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang. Dengan demikian, kalender  ini tidak hanya menjadi sumber informasi mengenai waktu tanam dan panen, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas serta meningkatkan apresiasi terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang masih hidup dan berkembang di Kabupaten Pinrang.

أحدث أقدم