PPP Pinrang Mulai Panaskan Mesin Organisasi, Musancab Jadi Langkah Awal Hadapi Pertarungan Politik


PINRANG — Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pinrang menggelar rapat perdana bersama jajaran pengurus baru di Kantor DPC PPP Pinrang, Jalan Hertasning, Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.Kamis 20/08/26

Rapat tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus membahas persiapan pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di tingkat kecamatan.


Rapat dihadiri Ketua DPC PPP Pinrang H. Sahabuddin, Sekretaris DPC PPP Pinrang Samsul Bahar, Bendahara DPC PPP Pinrang Rudy, serta jajaran pengurus DPC PPP Pinrang.


Ketua DPC PPP Pinrang, H. Sahabuddin, menegaskan bahwa rapat perdana ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kembali kekuatan organisasi hingga ke tingkat bawah.


Menurutnya, konsolidasi harus dilakukan secara serius agar seluruh struktur partai memiliki arah perjuangan yang sama dan mampu menjalankan roda organisasi secara efektif.


“Kita ingin kepengurusan baru ini bekerja nyata. Konsolidasi harus diperkuat sampai ke tingkat kecamatan dan ranting. Musancab menjadi salah satu agenda penting untuk memastikan struktur organisasi berjalan dengan baik,” ujar Sahabuddin.


Ia menambahkan, PPP Pinrang harus mampu membangun komunikasi internal yang sehat serta membuka ruang bagi kader untuk terlibat aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan partai.


“Jangan sampai partai hanya aktif ketika menghadapi momentum politik. Organisasi harus hidup, kader harus bergerak, dan kepentingan masyarakat harus menjadi bagian utama dari perjuangan PPP,” tegasnya.


Sementara itu, Sekretaris DPC PPP Pinrang, Samsul Bahar, menjelaskan bahwa persiapan Musancab akan menjadi salah satu fokus utama kepengurusan dalam waktu dekat.


Ia mengatakan, pelaksanaan Musancab harus dilakukan secara tertib, transparan, dan mengedepankan semangat konsolidasi kader.


“Musancab bukan hanya memilih kepengurusan di tingkat kecamatan. Lebih dari itu, ini merupakan proses memperkuat struktur dan memastikan mesin organisasi siap bekerja menghadapi dinamika politik ke depan,” jelas Samsul Bahar.


Ia menilai, tantangan politik ke depan semakin kompetitif sehingga PPP Pinrang tidak boleh hanya mengandalkan nama besar partai. Dibutuhkan kerja organisasi yang terukur, kaderisasi yang berkelanjutan, serta kemampuan membaca persoalan masyarakat.


“Kalau ingin mendapatkan kepercayaan masyarakat, maka partai harus hadir dan bekerja. Kader harus memahami persoalan rakyat, bukan hanya muncul saat menjelang pemilu,” katanya.


Rapat tersebut juga menjadi ruang evaluasi dan penyamaan persepsi bagi jajaran pengurus baru DPC PPP Pinrang. Sejumlah agenda organisasi dibahas sebagai bagian dari upaya membangun struktur partai yang lebih solid dan responsif.


Dengan kepengurusan baru, DPC PPP Pinrang dituntut tidak terjebak dalam rutinitas internal semata. Konsolidasi harus dibuktikan dengan kerja politik yang nyata, penguatan kader di tingkat bawah, serta keberanian membawa aspirasi masyarakat ke dalam agenda perjuangan partai.


PPP Pinrang kini menghadapi pekerjaan besar: membuktikan bahwa pergantian kepengurusan bukan sekadar perubahan nama dan posisi, tetapi benar-benar menjadi titik awal kebangkitan organisasi dan penguatan kepercayaan masyarakat.

 

Previous Post Next Post