Panen Padi di Temmasarangnge Capai 13 Ton per Hektare, Wabup Sudirman: Produktivitas Petani Tetap Terjaga


Pinrang— Produktivitas pertanian Kabupaten Pinrang kembali menunjukkan capaian positif. Di tengah tantangan musim kemarau dan fenomena El Niño yang memberikan tekanan terhadap sektor pertanian, hasil panen padi di Kelurahan Temmasarangnge, Kecamatan Paleteang, mampu mencapai hasil ubinan sekitar 13 ton per hektare.

 

Capaian tersebut disaksikan langsung Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., saat menghadiri panen padi perdana di wilayah tersebut, Jumat (11/9/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Sudirman didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang A. Sinapati Rudy serta Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Pinrang Bachrumsyah.

 

Hasil ubinan yang tercatat secara statistik tersebut menjadi gambaran bahwa kemampuan produksi petani Pinrang masih mampu dipertahankan meskipun sektor pertanian menghadapi tantangan cuaca dan keterbatasan sumber daya air.

 

Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, hasil panen yang tinggi di tengah kondisi yang tidak mudah menunjukkan adanya kerja keras petani sekaligus dukungan pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian.

 

“Capaian ini patut kita apresiasi karena diperoleh dalam kondisi yang tidak mudah. Musim kemarau dan El Niño memberikan tantangan tersendiri bagi petani, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air. Namun produktivitas tetap mampu dijaga,” ungkap Sudirman.

 

Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada musim tanam berikutnya. Menurutnya, tingginya produktivitas bukan hanya soal angka produksi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesejahteraan petani dan keberlanjutan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

 

“Dengan produksi yang tetap terjaga, kita berharap ketersediaan pangan di daerah semakin aman, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan pendapatan petani juga terus meningkat,” ujarnya.

 

Sudirman menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh pertanian dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat. Tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air, kata dia, membutuhkan penanganan secara bersama-sama dan terencana.

 

“Yang paling penting adalah bagaimana sinergi ini terus kita jaga. Pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki agar petani tetap dapat berproduksi dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari hasil pertanian tersebut,” lanjutnya.

 

Ia juga mendorong petani untuk terus melakukan inovasi, termasuk melalui penerapan teknologi pertanian, pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi lahan serta pengelolaan irigasi yang lebih efektif.

 

Menurut Sudirman, langkah tersebut penting agar produktivitas lahan tetap dapat dipertahankan meskipun perubahan iklim menghadirkan berbagai tantangan bagi sektor pertanian.

 

Pemerintah Kabupaten Pinrang, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat. Keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari tingginya produksi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani serta terjaminnya kebutuhan pangan masyarakat.

 

Capaian panen di Kelurahan Temmasarangnge, Kecamatan Paleteang, diharapkan menjadi motivasi bagi petani di wilayah lain di Kabupaten Pinrang untuk terus menjaga produktivitas dan memanfaatkan berbagai dukungan pemerintah.

 

Dengan capaian tersebut, Pinrang semakin memperlihatkan perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan, sekaligus menunjukkan bahwa produktivitas pertanian masih dapat dijaga di tengah tantangan perubahan iklim.

Previous Post Next Post