Pastikan Guru Nyaman Mengabdi, Disdikbud Pinrang Tinjau Rumah Dinas di Pegunungan Lembang


Pinrang — Komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam memperkuat pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil terus diwujudkan. Salah satunya melalui penyediaan rumah dinas bagi guru yang bertugas di daerah pegunungan dan sulit akses.


Hal tersebut terlihat saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang meninjau sejumlah rumah dinas guru yang telah selesai dibangun di wilayah Benteng Paremba, Kecamatan Lembang, Senin (31/8/2026).


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun benar-benar siap dimanfaatkan dan memberikan kenyamanan bagi para guru yang nantinya menempati hunian tersebut.


Pembangunan rumah dinas guru tahun ini diarahkan dengan konsep “itik fokus”, yakni membangun hunian pada lokasi strategis yang dapat menjangkau beberapa sekolah sekaligus. Hingga saat ini, sebanyak tiga lokasi rumah dinas di wilayah Kecamatan Lembang telah selesai dibangun.


Fasilitas yang tersedia pun dirancang untuk mendukung kebutuhan guru selama menjalankan tugas di daerah terpencil. Salah satu rumah dinas memiliki sekitar 9 hingga 12 kamar tidur, yang masing-masing dilengkapi toilet dan dapur.


Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi guru, sekaligus mengurangi kendala jarak dan akses yang selama ini menjadi tantangan bagi tenaga pendidik yang mengabdi di wilayah pegunungan.


Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Muhtar, menegaskan bahwa peninjauan dilakukan bukan sekadar melihat hasil pembangunan secara fisik, tetapi memastikan seluruh fasilitas benar-benar layak sebelum digunakan.


 “Kami ingin memastikan rumah dinas ini bukan hanya selesai secara fisik, tetapi juga benar-benar layak, nyaman dan siap dihuni. Tujuannya sederhana, agar guru yang bertugas jauh dari tempat tinggalnya dapat lebih fokus mengajar dan memberikan layanan pendidikan terbaik kepada anak-anak di daerah terpencil,” ujar Muhtar.


Menurutnya, penyediaan rumah dinas merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap para guru yang memilih mengabdi di wilayah terpencil, terluar dan memiliki keterbatasan akses.


“Guru harus kita hadirkan lebih dekat dengan sekolah dan peserta didik. Dengan hunian yang layak, kita berharap tidak ada lagi jarak dan keterbatasan akses yang menjadi penghambat pengabdian guru,” tegasnya.


Muhtar menambahkan, pemerataan pendidikan tidak boleh berhenti di wilayah perkotaan. Anak-anak yang tinggal di kawasan pegunungan maupun pelosok Pinrang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

“Anak-anak di pegunungan dan wilayah terpencil memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pemerataan pendidikan berarti memastikan kualitas layanan hadir sampai ke tempat yang paling sulit dijangkau,” tegas Muhtar.


Ia menilai rumah dinas guru tidak semata-mata dipandang sebagai bangunan tempat tinggal. Lebih dari itu, fasilitas tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan keberadaan guru tetap terjaga dan proses pembelajaran berjalan secara berkesinambungan.


Dengan tersedianya hunian yang layak dan dekat dengan lokasi sekolah, para guru diharapkan dapat lebih optimal menjalankan tugas, membangun kedekatan dengan peserta didik serta memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.


Rumah dinas guru menjadi simbol komitmen pemerataan pendidikan: menghadirkan guru lebih dekat dengan anak didik dan memastikan perhatian pemerintah menjangkau hingga pelosok pegunungan Kabupaten Pinrang.


أحدث أقدم