Barru Berubah Arah: Dari Daerah Lintasan Menuju Gerbang Baru Investasi Sulawesi Selatan


Jakarta — Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, perlahan menghapus stigma lama sebagai “daerah lintasan”. Di tangan Bupati Andi Ina Kartika Sari, daerah ini kini diproyeksikan menjadi salah satu gerbang baru investasi dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.


Melalui program Decision Makers CNN Indonesia, Bupati Andi Ina memaparkan langsung arah besar transformasi Barru dalam dialog bersama anchor CNN Indonesia, Rully Kurniawan, Rabu (22 /4 /2026. Dalam dialog tersebut, ia menegaskan bahwa Barru tengah bergerak keluar dari bayang-bayang masa lalu menuju identitas baru sebagai daerah tujuan.


“Selama ini Barru hanya dikenal sebagai wilayah yang dilalui, terutama di jalur Makassar–Parepare. Tapi ke depan, kami ingin Barru menjadi tujuan—tujuan investasi, tujuan wisata, dan tujuan pertumbuhan ekonomi,” ujar Andi Ina.


Transformasi itu bertumpu pada kekuatan geografis yang unik. Barru memiliki tiga lanskap utama sekaligus: daratan, lautan, dan pegunungan. Dengan garis pantai mencapai 78 kilometer, potensi wisata bahari menjadi andalan utama. Pulau-pulau kecil yang eksotis, spot snorkeling dan diving, hingga panorama laut yang masih alami disebut memiliki daya saing tinggi.


Tak berhenti di laut, Barru juga menyimpan pesona di wilayah pegunungan. Salah satu yang mulai dikembangkan adalah kawasan Lappa Laona—hamparan savana di ketinggian yang menawarkan lanskap alam terbuka. 


Di kawasan ini, pemerintah daerah merancang konsep eco-edu tourism, termasuk pembangunan peternakan sapi perah terpadu yang diharapkan mampu memproduksi susu segar hingga keju lokal di masa depan.


Namun, strategi pembangunan Barru tidak hanya bertumpu pada pariwisata. Sektor pertanian menjadi fondasi ekonomi daerah yang terus diperkuat. Komoditas hortikultura seperti nanas kini mulai berkembang pesat, sementara kopi dari wilayah dataran tinggi—yang telah ditanam di lahan sekitar 400 hektare—menunjukkan potensi sebagai komoditas unggulan baru.


“Ini potensi riil yang kami tawarkan ke investor. Barru bukan hanya indah, tapi juga produktif,” kata Andi Ina.


Dalam forum tersebut, ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kemudahan perizinan, kepastian hukum, hingga pendampingan usaha menjadi bagian dari strategi menarik modal masuk.


“Investor yang datang ke Barru akan kami sambut dengan karpet merah. Tapi kami juga meminta komitmen mereka untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” tegasnya.


Bagi Andi Ina, investasi harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Ia ingin generasi muda Barru tidak lagi bergantung pada perantauan, melainkan dapat bekerja dan berkembang di daerah sendiri, bahkan hingga ke posisi strategis di perusahaan.


Di sisi lain, ia tidak menampik tantangan besar yang dihadapi daerahnya, terutama keterbatasan fiskal. APBD Barru tahun 2026 berada di kisaran Rp766 miliar, dengan pendapatan asli daerah sekitar Rp40 miliar. Bahkan, terdapat pengalihan anggaran ke pusat sebesar Rp133 miliar.


Namun, keterbatasan itu diimbangi dengan masuknya program nasional senilai sekitar Rp400 miliar, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat dengan anggaran Rp270 miliar yang menyasar masyarakat miskin ekstrem. Program ini diharapkan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan.


Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Dalam satu tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Barru meningkat dari 4,93 persen menjadi 5,16 persen—melampaui rata-rata nasional. Angka pengangguran dan kemiskinan pun mengalami penurunan.


“Transformasi ini sudah mulai terlihat. Tapi ini baru awal,” ujar Andi Ina.


Ke depan, hingga 2029, Pemerintah Kabupaten Barru menargetkan perubahan yang lebih konkret: masuknya investasi dalam skala besar, penguatan sektor unggulan, peningkatan fiskal daerah, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.


Dengan strategi yang terarah dan keberanian mendorong perubahan, Barru kini tengah menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul baru pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan—dari sekadar lintasan, menjadi tujuan.

أحدث أقدم