Jakarta - Di tengah tekanan fiskal akibat kebijakan pemangkasan anggaran, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menegaskan bahwa sektor riil menjadi benteng utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat tampil sebagai narasumber dalam program Nation Hub CNBC Indonesia yang disiarkan secara live streaming, Kamis (23/4/2026).
Dalam siaran live streaming itu, Bupati Barru menekankan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi penghambat pembangunan. Sebaliknya, kondisi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat efektivitas belanja dan mendorong inovasi kebijakan berbasis potensi daerah.
“Daerah harus adaptif dan cerdas dalam mengelola sumber daya. Kita tidak bisa hanya bergantung pada anggaran, tetapi perlu mendorong kolaborasi, investasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Barru memiliki keunggulan geografis yang mencakup laut, dataran rendah, hingga pegunungan, yang menjadi fondasi kuat pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai penopang utama ekonomi daerah.
Optimalisasi sektor tersebut dilakukan melalui peningkatan produktivitas, hilirisasi komoditas, perluasan akses pasar, serta penguatan kapasitas petani, pekebun, dan nelayan agar lebih berdaya saing.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Barru terus membuka ruang investasi yang selaras dengan potensi lokal, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan serta pemberdayaan tenaga kerja daerah.
Bupati Barru juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan fiskal tetap berpihak pada masyarakat dan tidak menghambat pelayanan publik
Kehadirannya di CNBC Indonesia menjadi penegasan bahwa daerah memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi, sekaligus menghadirkan perspektif nyata dari lapangan dalam merespons dinamika kebijakan fiskal nasional.
