Diskominfo Barru Peringatkan Warga: Modus Penipuan Catut Nama Pimpinan Kian Marak, Jangan Mudah Percaya


Barru – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Barru melalui Bidang Humas Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi penipuan yang mencatut nama pimpinan daerah, Jumat (24/4/2026).


Aksi penipuan ini kembali mencuat setelah sebelumnya pelaku mengatasnamakan Bupati Barru dan Kepala Kejaksaan Negeri Barru. Terbaru, pelaku juga mencatut nama Wakil Bupati Barru dengan berbagai modus yang semakin meyakinkan, memanfaatkan teknologi digital.


Pelaku umumnya menggunakan nomor tidak dikenal dengan memasang foto profil pejabat, kemudian menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp atau telepon. Dengan gaya bahasa formal dan terkesan resmi, pelaku berpura-pura sebagai pimpinan daerah yang sedang membutuhkan bantuan mendesak.


Sejumlah modus yang teridentifikasi di antaranya, Meminta transfer dana dengan dalih kegiatan mendesak atau bantuan sosial, Mengaku sedang dalam kondisi terbatas (rapat atau perjalanan dinas) sehingga meminta diwakilkan, Mengirim undangan atau proposal palsu yang berujung permintaan uang, Mengarahkan korban untuk berkomunikasi dengan pihak tertentu yang disebut sebagai staf.


Praktik ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.


Mengacu pada imbauan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Diskominfo Barru menekankan pentingnya langkah antisipatif dari masyarakat, yaitu, Tidak langsung percaya pada pesan atau telepon yang mengatasnamakan pejabat, Melakukan verifikasi melalui kanal resmi pemerintah daerah atau kontak instansi terkait, Mencermati nomor pengirim, terutama jika menggunakan nomor baru atau tidak dikenal, Tidak mentransfer uang atau memberikan data pribadi tanpa kepastian, Mengabaikan serta memblokir nomor mencurigakan, Melaporkan ke aparat penegak hukum atau kanal pengaduan resmi jika menemukan indikasi penipuan


Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan kanal aduan resmi pemerintah maupun platform pelaporan nomor penipuan guna membantu proses penindakan.


Kepala Bidang Humas IKP Diskominfo Barru, Zulfachmy, S.STP., M.H., menegaskan bahwa pimpinan daerah tidak pernah meminta bantuan dana secara pribadi melalui pesan singkat maupun telepon.


“Ini adalah bentuk kejahatan yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk lebih waspada, tidak mudah percaya, dan selalu melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan,” tegasnya.

Previous Post Next Post