Instruksi Bupati Andi Ina Kartika Sari: Videotron Tugu Payung Barru Kini Lantunkan Murottal Al-Qur'an Setiap Jumat Pagi


Barru - Ada yang berbeda dengan denyut nadi pusat Kota Barru pada Jumat pagi ini (17/4/2026). Di bawah langit cerah, area ikonik Tugu Payung yang biasanya hanya riuh dengan deru mesin kendaraan, kini bertransformasi menjadi ruang yang teduh dan religius.

 

Melalui instruksi khusus Ibu Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, videotron utama di jantung kota kini resmi mengudara dengan lantunan Murottal Al-Qur'an. Kebijakan ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan langkah nyata dalam "menyuntikkan" ruh spiritualitas ke tengah aktivitas publik.

 

Instruksi ini dilaksanakan secara terstruktur. Setiap hari Jumat, mulai pukul 09.00 WITA, layar raksasa di Tugu Payung akan mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga menjelang waktu Shalat Jumat.

 

Langkah ini diambil untuk menciptakan atmosfer "Jumat Berkah" yang lebih terasa bagi siapa saja yang melintas di pusat gravitasi Kabupaten Barru tersebut.

 

Berdasarkan pantauan langsung tim Humas IKP di lapangan hari ini, pelaksanaan instruksi tersebut telah berjalan mulus. Pengguna jalan dan pedagang di sekitar lokasi tampak menikmati suasana baru ini.

 

"Ibu Bupati ingin kehadiran teknologi benar-benar dirasakan manfaatnya secara batiniah. Beliau meminta agar setiap Jumat pagi, videotron kita tidak hanya menjadi pajangan informasi, tapi menjadi sarana syiar yang menyejukkan batin warga sebelum mereka berangkat ke masjid," ungkap  Kabid Humas IKP Diskominfo SP Barru, Zulfachmy

 

Kebijakan menjadikan Tugu Payung sebagai "pusat zikir digital" ini segera memicu resonansi positif dari masyarakat. Bagi warga Barru, kehadiran Murottal di ruang publik adalah pengingat di tengah kesibukan duniawi.

 

"Rasanya tenang sekali, lewat di Tugu Payung sambil dengar ngaji. Kota jadi terasa lebih beradab dan damai," ujar Ullah salah satu pengendara yang melintas

 

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Barru sukses membuktikan bahwa kemajuan infrastruktur digital bisa berjalan beriringan dengan identitas daerah yang religius. Kini, setiap Jumat pagi, Tugu Payung bukan lagi sekadar titik pertemuan arus lalu lintas, melainkan oase spiritual di tengah kota.

Previous Post Next Post