Tutup Muscab PPP Barru, Ilham Uskara Apresiasi Kepemimpinan Demisioner Andi Wawo Mannojengi

 

 

  


Barru – Musyawarah Cabang (Muscab) IX DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Barru resmi ditutup dengan pesan tegas dari Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Cafe Fadhil, Minggu (26/4/2026). Ia menekankan bahwa kekuatan partai ke depan tidak cukup hanya dengan struktur, tetapi harus ditopang oleh soliditas dan kualitas kader.



Dalam sambutannya, Ketua DPW H. Ilham A. Fauzi A. Uskara memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya, khususnya kepada Ketua DPC demisioner, Andi Wawo Mannojengi, yang dinilai telah meletakkan fondasi kuat bagi perjalanan PPP di Barru selama lebih dari satu decade



Namun, di balik apresiasi itu, ia mengingatkan bahwa kepengurusan baru tidak boleh sekadar “mengisi daftar nama”.



“Jangan hanya memasukkan orang untuk memenuhi struktur. Pengurus harus siap bekerja, terutama menghadapi verifikasi dan tahapan Pemilu 2027,” tegasnya.



Ia menekankan, proses penyusunan formatur harus berjalan selektif, objektif, dan bebas dari praktik transaksional. Bahkan, ia membuka peluang bagi figur eksternal untuk bergabung, selama memiliki komitmen dan rekam jejak yang jelas terhadap perjuangan PPP.



Tak hanya itu, Ketua DPW juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan pasca-Muscab. Ia tidak ingin dinamika pemilihan justru meninggalkan luka yang berpotensi memecah soliditas partai.



“Tidak boleh ada perpecahan setelah Muscab. Semua harus disampaikan secara terbuka dan diselesaikan secara fair,” ujarnya.



Dalam arahannya, ia juga menyoroti pentingnya komitmen nyata dari pengurus inti melalui pakta integritas, mulai dari kelengkapan struktur, kesiapan kantor, hingga program konkret yang menyentuh masyarakat, seperti penyediaan ambulans.’



Sementara itu, Ketua DPC PPP Barru demisioner, Andi Wawo Mannojengi, dalam pernyataan perpisahannya mengajak seluruh kader untuk tetap istiqomah dan menjaga semangat perjuangan partai.



Ia menegaskan bahwa eksistensi PPP di Barru bukanlah hal yang instan, melainkan hasil perjalanan panjang sejak era fusi partai tahun 1970-an hingga kini tetap bertahan di parlemen daerah.



“PPP ini bukan partai baru. Sejak awal berdiri hingga sekarang, kita tetap eksis di DPRD Barru. Ini harus kita jaga bersama,” ujarnya.



Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sebagai esensi utama dari politik.



Adapun susunan formatur Muscab IX masih dalam proses, dengan unsur DPC diwakili Masyuddin serta perwakilan PAC oleh Haris (PAC Barru) dan La Tuo (PAC Tanete Riaja), sementara unsur DPP dan DPW masih menunggu arahan lebih lanjut.



Dengan ditutupnya Muscab ini, seluruh kader PPP Barru kini dihadapkan pada tantangan baru: membangun kepengurusan yang solid, bekerja nyata, dan mampu mengangkat kembali kekuatan PPP di Pemilu mendatang.

 





Previous Post Next Post