Lepas 46 Taruna Pelayaran, Wabup Barru: Tunjukkan Putra-Putri Daerah Mampu Bersaing di Dunia Maritim


Barru - Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menghadiri pelantikan dan pelepasan 46 Taruna-Taruni Bintara Pelayaran Niaga Angkatan IX Tahun 2026 SMK Pelayaran Lintas Nusantara (PLN) Barru, Kamis (25/6/2026).


Di hadapan para taruna, orang tua, dan tamu undangan, Abustan menyampaikan apresiasi atas perkembangan SMK PLN Barru yang dinilai berhasil mencetak sumber daya manusia maritim yang siap memasuki dunia kerja.


"Sekolah ini luar biasa. Dalam usia yang relatif muda sudah mampu melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang. Ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menyiapkan SDM maritim yang berkualitas," kata Abustan.


Menurutnya, keberhasilan para taruna menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari peran guru dan dukungan keluarga yang terus mendampingi selama proses pembelajaran.


Ia menyebut, pendidikan pelayaran memiliki tantangan tersendiri karena menuntut disiplin, ketangguhan mental, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang kompetitif. Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menjaga integritas dan profesionalisme saat memasuki dunia kerja.


"Kalian hari ini meninggalkan status sebagai siswa dan memasuki fase baru kehidupan. Jagalah nama baik keluarga, sekolah, dan daerah. Tunjukkan bahwa taruna-taruni Barru mampu bersaing di mana pun berada," ujarnya.


Abustan juga menilai sektor kemaritiman memiliki peran strategis bagi Kabupaten Barru sebagai daerah pesisir. Kehadiran lulusan pelayaran yang kompeten dinilai menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan sektor tersebut di masa mendatang.


Sementara itu, Kepala SMK PLN Barru, Risal Trimawan, melaporkan bahwa sebanyak 46 taruna-taruni Angkatan IX resmi dilantik dan dilepas pada tahun ini. Sebanyak 31 orang mengikuti prosesi secara langsung, sedangkan 15 lainnya mengikuti secara daring karena telah bekerja dan terikat kontrak di atas kapal.


Risal menjelaskan, sistem pendidikan di SMK PLN Barru dirancang untuk menjawab kebutuhan industri pelayaran. Taruna menjalani pembelajaran teori dan praktik selama dua tahun, kemudian memasuki dunia kerja pada tahun ketiga.


Selain kompetensi teknis pelayaran, para taruna juga mendapatkan pembinaan karakter, kepemimpinan, pendidikan keagamaan, dan kemampuan bekerja sama dalam tim melalui berbagai kegiatan sekolah.


"Saat ini kami menerima 105 siswa baru, termasuk lima siswa asal Malaysia yang memperoleh beasiswa dari Pemerintah Indonesia," ungkapnya.


Acara pelantikan dan pelepasan berlangsung dalam suasana haru dan penuh kebanggaan. Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan sekaligus awal perjalanan para lulusan untuk melanjutkan pendidikan maupun berkarier di sektor pelayaran dan kemaritiman.


Sejumlah pejabat dan unsur pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Politeknik Pelayaran Barombong, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, KSOP Garongkong, pimpinan OPD, tokoh pendidikan, serta orang tua dan wali taruna

أحدث أقدم