178 Mahasiswa KKN ITBA Al-Gazali Dilepas, Wabup Barru Tekankan Inovasi untuk Pembangunan Berkelanjutan


Barru - Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, meminta mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Bisnis dan Administrasi (ITBA) Al-Gazali Barru tidak sekadar menjalankan program akademik, tetapi menjadi motor penggerak pembangunan desa.


Pesan itu disampaikan Abustan saat memberikan pembekalan pada Pelepasan KKN Gelombang XXXV ITBA Al-Gazali Barru Tahun Akademik 2025–2026 di Aula ITBA Al-Gazali Barru, Sabtu, 25 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia juga secara resmi melepas 178 mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di berbagai wilayah Kabupaten Barru.


Mengusung materi Peran Mahasiswa dalam Menyukseskan Visi Pembangunan Barru Berkelanjutan, Abustan menekankan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat. Menurut dia, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menuntut generasi muda terus meningkatkan kompetensi.


"Jangan pernah berhenti belajar. Siapa yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan akan tertinggal. Generasi muda harus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu menghadapi tantangan zaman," kata Abustan.


Ia menilai mahasiswa harus siap menghadapi kondisi dunia yang dikenal dengan istilah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Karena itu, kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan menyelesaikan persoalan masyarakat menjadi kompetensi yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi.


Dalam pemaparannya, Abustan juga menjelaskan sejumlah tantangan pembangunan Kabupaten Barru, mulai dari ketenagakerjaan, pemerataan pembangunan, investasi, hingga penguatan sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan sebagai penopang utama perekonomian daerah.


Menurut dia, visi Barru Berkeadilan, Barru Maju Berkelanjutan, dan Barru Sejahtera Lebih Cepat tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah. Mahasiswa, kata dia, memiliki peran strategis melalui inovasi, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat selama menjalankan KKN.


Abustan juga mendorong mahasiswa mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Semangat kewirausahaan dinilai penting agar generasi muda mampu menciptakan peluang ekonomi baru di daerah.


"Mahasiswa harus memiliki keberanian berinovasi, membangun karakter, serta mampu menciptakan peluang usaha. Daerah membutuhkan generasi muda yang produktif dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan," ujarnya.


Selain itu, ia mengajak mahasiswa menghargai profesi petani dan nelayan sebagai pilar ketahanan pangan. Menurutnya, kedua sektor tersebut akan tetap menjadi kebutuhan strategis seiring meningkatnya jumlah penduduk dunia.


Abustan juga mengingatkan pentingnya disiplin, etos kerja, dan kesiapan menghadapi persaingan global, termasuk membuka peluang bekerja di luar negeri dengan bekal kompetensi dan karakter yang kuat.


Acara pelepasan KKN dihadiri Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Barru Abdullah Rahim, Ketua Pengurus Yayasan Makmun, Rektor ITBA Al-Gazali Barru Kemaruddin Hasan, jajaran pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa peserta KKN.


Sebagai penanda dimulainya pengabdian di masyarakat, Wakil Bupati secara simbolis memasangkan atribut KKN kepada perwakilan mahasiswa sebelum melepas 178 peserta menuju lokasi penugasan.

Previous Post Next Post