Hadapi Kemarau Panjang, Bupati Pinrang Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar dan Doa Bersama


Pinrang – Pemerintah Kabupaten Pinrang terus mengoptimalkan berbagai langkah dalam menghadapi musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El-Nino. Selain upaya teknis untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian, pemerintah juga mengedepankan ikhtiar spiritual dengan mengajak masyarakat memperbanyak dzikir dan doa sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

 

Hal tersebut disampaikan Bupati Pinrang, H.A. Irwan Hamid, S.Sos., saat menghadiri kegiatan Dzikir dan Doa Bersama di Masjid Agung Al-Munawwir, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini digelar sebagai ikhtiar bersama memohon pertolongan Allah SWT agar Kabupaten Pinrang diberikan hujan dan dijauhkan dari dampak kemarau panjang yang memengaruhi sektor pertanian.

 

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan manusia harus selalu disertai dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Menurutnya, keberhasilan suatu usaha tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga atas izin dan kehendak-Nya.

 

"Di balik setiap usaha yang kita lakukan, ada campur tangan Allah SWT yang menentukan hasil akhirnya. Karena itu, selain terus bekerja dan berikhtiar, kita juga wajib memohon pertolongan dan rahmat-Nya agar setiap kesulitan yang dihadapi diberikan jalan keluar," ujar Bupati Irwan.

 

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pinrang telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu masyarakat, khususnya para petani yang terdampak menurunnya debit air irigasi akibat kemarau panjang. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari optimalisasi jaringan irigasi, pemanfaatan pompanisasi, hingga berbagai upaya teknis lainnya guna menjaga produktivitas lahan pertanian.

 

"Namun sebagai umat yang beriman, kita juga harus menyadari bahwa segala ikhtiar yang dilakukan tetap memerlukan pertolongan Allah SWT. Karena itu, dzikir, doa, dan munajat bersama menjadi bagian penting dari usaha kita dalam menghadapi ujian ini," lanjutnya.

 

Bupati Irwan juga mengajak seluruh pemimpin wilayah, mulai dari tingkat kecamatan, desa, hingga kelurahan, untuk terus menggalakkan kegiatan-kegiatan keagamaan, termasuk membiasakan salat berjamaah serta doa bersama sebagai ikhtiar memohon keberkahan dan turunnya rahmat Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.

 

Selain memperkuat nilai-nilai spiritual, Bupati Irwan mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keterbatasan pasokan air. Ia menekankan agar pembagian air irigasi, baik yang berasal dari jaringan irigasi teknis maupun pompanisasi, dilakukan secara adil melalui musyawarah sehingga tidak menimbulkan konflik di kalangan petani.

 

"Kebersamaan harus tetap menjadi prioritas. Air yang tersedia harus dimanfaatkan secara adil dan bijaksana sehingga seluruh petani dapat merasakan manfaatnya. Jangan sampai keterbatasan ini justru menimbulkan perselisihan di tengah masyarakat," pesannya.

 

Melalui sinergi antara ikhtiar lahir dan batin, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap masyarakat, khususnya para petani, mampu menghadapi musim kemarau dengan penuh kesabaran, tetap menjaga semangat gotong royong, memperkuat keimanan, serta optimistis bahwa setiap ujian akan selalu disertai pertolongan Allah SWT. Dengan semangat tersebut, produktivitas pertanian diharapkan tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat dapat terus dipertahankan.

Previous Post Next Post