Barru – Dinas Kesehatan Kabupaten Barru menyatakan kesiapan penuh mendukung operasional Sekolah Rakyat melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi lebih dari 300 calon siswa. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang peresmian Sekolah Rakyat secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 14 Juli 2026.
Kesiapan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Operasional Sekolah Rakyat yang dipimpin Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, di Ruang Rapat Pimpinan Lantai V Kantor Bupati Barru, Rabu (8/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, A. Syarifuddin meminta Dinas Kesehatan menyiapkan jumlah tim medis yang memadai agar pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh calon siswa dapat diselesaikan dalam satu hari.
"Persiapan MPLS ini ada pemeriksaan kesehatan. Kira-kira untuk menangani lebih dari 300 siswa dibutuhkan berapa tim. Targetnya bagaimana agar pemeriksaan bisa selesai dalam satu hari. Atas dasar itu Dinas Kesehatan menyesuaikan dan menyiapkan tim medis untuk pemeriksaan kesehatan," ujar Sekretaris Daerah.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barru, dr. Wahyuddin Adam, MARS, menyampaikan bahwa pihaknya akan memulai persiapan lapangan sebelum operasional Sekolah Rakyat dimulai.
"Insyaallah hari Senin kami akan turun ke Sekolah Rakyat untuk melakukan persiapan. Yang pertama kami laksanakan adalah Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Kegiatan ini meliputi pengawasan dan edukasi terkait sanitasi dasar, ketersediaan air bersih, toilet yang memenuhi standar, sistem pembuangan limbah, pengelolaan sampah, kebersihan kantin, hingga kondisi ruang kelas dan asrama. IKL ini akan kami lakukan secara berkesinambungan sebanyak dua kali dalam setahun," jelas dr. Wahyuddin.
Menurutnya, inspeksi kesehatan lingkungan sangat penting mengingat Sekolah Rakyat menerapkan sistem asrama (boarding school), sehingga aspek sanitasi dan kesehatan lingkungan harus dipastikan memenuhi standar demi mencegah munculnya berbagai penyakit menular maupun gangguan kesehatan lainnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah menyiapkan empat tim kesehatan yang berasal dari Puskesmas Mangkoso, Puskesmas Madello, Puskesmas Palanro, dan Puskesmas Bojo Baru. Seluruh peralatan kesehatan beserta bahan medis habis pakai (BMHP) telah disiapkan untuk mendukung kelancaran pemeriksaan.
"Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko kesehatan, mendeteksi kondisi pra-penyakit, serta menemukan penyakit sejak dini sehingga peserta didik dapat memperoleh penanganan yang tepat sebelum mengikuti proses pembelajaran," ungkapnya.
Pemeriksaan kesehatan yang akan dilakukan meliputi pengukuran status gizi dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penglihatan dan pendengaran, skrining kesehatan jiwa, tuberkulosis (TBC), faktor risiko penyakit tidak menular, status imunisasi, pemeriksaan gula darah, anemia, talasemia, hingga skrining hepatitis sebagai bagian dari deteksi dini penyakit.
Dr. Wahyuddin menjelaskan, pemeriksaan indra menjadi salah satu perhatian utama karena berdasarkan pengalaman di lapangan, gangguan penglihatan maupun pendengaran sering kali memengaruhi kemampuan siswa dalam menerima pelajaran.
"Banyak anak yang terlihat mengalami hambatan dalam menerima pembelajaran, padahal setelah diperiksa ternyata penyebabnya adalah gangguan pada mata atau pendengaran. Karena itu, pemeriksaan indra menjadi salah satu fokus dalam Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Rakyat," ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan, Dinas Kesehatan juga mengharapkan tersedianya ruang pemeriksaan yang memadai agar pelayanan terhadap lebih dari 300 siswa dapat berlangsung secara efektif.
Selain itu, Dinas Kesehatan membutuhkan data identitas calon siswa berupa nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Kartu Keluarga, nama ayah dan ibu, alamat, nomor telepon, serta akun yang akan diinput ke dalam aplikasi SatuSehat Indonesiaku sebagai bagian dari Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Kelengkapan data ini sangat penting untuk mendukung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dan pencatatan riwayat kesehatan peserta didik melalui aplikasi SatuSehat Indonesiaku. Dengan pemeriksaan yang komprehensif dan data yang lengkap, kami berharap seluruh siswa dapat memulai proses belajar dalam kondisi sehat, aman, dan siap mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat," tutup dr. Wahyuddin.
