Pinrang-Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Pinrang bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA-BK) Kabupaten Pinrang menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan sebagai langkah antisipatif dalam menjaga ketersediaan air irigasi dan mempertahankan produktivitas sektor pertanian. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Senin (13/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri para Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Kepala UPI Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) se-Kabupaten Pinrang.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak terhadap areal persawahan, khususnya pada musim kemarau. Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan langkah-langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang yang juga Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Pinrang, Andi Sinapati Rudy, menegaskan bahwa seluruh jajaran harus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dampak kekeringan.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara penyuluh pertanian, pengelola jaringan irigasi, BBWS, serta petugas POPT menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian di Kabupaten Pinrang.
"Kita harus bergerak secara terpadu. Setiap potensi kekeringan harus segera dipetakan, dilaporkan, dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah penanganan yang sesuai di lapangan. Ketersediaan air irigasi harus terus dipantau agar kebutuhan petani tetap terpenuhi," ujar Andi Sinapati Rudy.
Ia juga meminta seluruh Kepala BPP, UPT PSDA, UPI BBWS, dan Koordinator POPT untuk terus melakukan pemantauan kondisi lahan pertanian, jaringan irigasi, serta perkembangan organisme pengganggu tanaman agar setiap permasalahan dapat segera diatasi sebelum berkembang lebih luas.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap seluruh unsur yang terlibat dapat terus bersinergi dalam menjaga produktivitas sektor pertanian, sehingga target produksi pangan dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau

