Pinrang – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pinrang, Andi Matjtjta, S.Sos., bersama rombongan melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada satuan pendidikan jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Tiroang dan Kecamatan Watang Sawitto, Senin 13 juli 2026
Pemantauan tersebut dilakukan bersama tim Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan sebagai upaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS berlangsung sesuai ketentuan, aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perpeloncoan maupun tindakan yang dapat merugikan peserta didik baru.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Matjtjta menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS harus menjadi momentum yang menyenangkan bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta teman-teman baru.
Menurutnya, hari-hari pertama di sekolah memiliki peran penting dalam membangun rasa percaya diri, semangat belajar, dan karakter positif peserta didik, khususnya bagi anak-anak yang baru memasuki jenjang TK dan SD.
"Kami ingin memastikan bahwa hari-hari pertama anak berada di lingkungan sekolah diisi dengan kegiatan yang edukatif, menyenangkan, dan membangun karakter. MPLS harus menjadi ruang yang ramah, aman, serta memberikan pengalaman belajar yang positif bagi seluruh peserta didik baru," ujar Andi Matjtjta.
Selain meninjau pelaksanaan kegiatan, rombongan juga berdialog dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik guna memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan MPLS di masing-masing sekolah.
Sementara itu, tim BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi atas kesiapan sekolah-sekolah di Kecamatan Tiroang dan Kecamatan Watang Sawitto yang telah mengimplementasikan konsep Sekolah Ramah Anak dalam pelaksanaan MPLS. Hal tersebut terlihat dari materi pengenalan sekolah yang edukatif, pendekatan yang humanis, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berharap pelaksanaan MPLS Ramah di seluruh satuan pendidikan dapat menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki sekolah.

