Di Batu, Abustan Titip Pesan Masa Depan untuk Paskibraka Barru


Malang — Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang menitipkan pesan penting kepada anggota Paskibraka Kabupaten Barru agar menjadikan pengalaman sebagai Paskibraka bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai bekal untuk membangun masa depan.


Pesan tersebut disampaikan Abustan saat memberikan arahan sekaligus menjadi narasumber dalam rangkaian studi wawasan kebangsaan Paskibraka Kabupaten Barru di The Lobby Hotel Batu, Malang, Kamis (27/8/2026).


Di hadapan para Paskibraka dan pelatih, Abustan mengajak generasi muda Barru mempersiapkan masa depan dengan fondasi adab, integritas, konsistensi, kerja keras, serta tujuan hidup yang jelas.


Menurutnya, keberhasilan tidak pernah hadir secara instan. Setiap pencapaian selalu melalui proses, perjuangan, tantangan, dan kemauan untuk terus belajar.


“Tidak ada orang sukses yang tidak ditempa. Semua melalui proses, melalui perjuangan dan kerja keras. Karena itu, adik-adik harus memiliki tujuan hidup dan fokus untuk mencapainya,” pesan Abustan.


Ia menegaskan, kecerdasan dan kemampuan saja tidak cukup untuk mengantarkan seseorang meraih keberhasilan. Dalam kehidupan, adab dan integritas menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan dan menjaga kehormatan diri.


“Jaga adab, jaga integritas. Karena orang boleh pintar, tetapi tanpa adab dan integritas, sulit membangun kepercayaan,” tegasnya


Abustan juga mengingatkan para Paskibraka agar tidak mudah kehilangan arah ketika menghadapi berbagai pilihan dalam kehidupan. Menurutnya, cita-cita membutuhkan konsistensi agar dapat diwujudkan menjadi kenyataan.


Untuk memberikan gambaran nyata, Abustan membagikan sejumlah kisah anak-anak Barru yang berhasil membangun masa depan melalui ketekunan, keberanian mengambil kesempatan, dan kerja keras.


Salah satunya adalah anak-anak Barru yang kini bekerja di Jepang melalui program dan fasilitasi Pemerintah Kabupaten Barru. Bagi Abustan, kisah tersebut menunjukkan bahwa anak-anak daerah memiliki kemampuan untuk bersaing hingga tingkat internasional ketika kesempatan bertemu dengan kemauan belajar dan kerja keras.


Ia juga membagikan kisah perjalanan salah seorang pengusaha lokal Barru, termasuk owner D'Shinning Hotel, sebagai contoh tentang pentingnya keberanian, konsistensi, dan fokus dalam membangun kehidupan.


Abustan mengisahkan bagaimana sang pengusaha dahulu memulai langkah dengan ikut kapal kayu menuju Kalimantan untuk mencari pengalaman dan peluang. Dari langkah sederhana tersebut, usaha kemudian berkembang hingga memiliki hotel dan sekitar 30 unit mobil truk.


“Kita tidak boleh melihat seseorang hanya dari keberhasilannya hari ini. Lihat proses yang dilaluinya. Ada perjuangan, ada keberanian mengambil risiko, ada konsistensi dan ada fokus,” tuturnya.


Menurut Abustan, kisah-kisah tersebut penting untuk menjadi cermin bagi generasi muda bahwa keberhasilan dapat dibangun dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.


Apresiasi untuk Paskibraka


Selain memberikan pembekalan, Abustan turut menyampaikan apresiasi kepada para Paskibraka Barru atas pelaksanaan tugas mereka dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Ia menilai pelaksanaan tugas Paskibraka Barru berjalan dengan sangat baik dan menjadi hasil dari kedisiplinan, latihan keras, tanggung jawab, serta kerja sama antara anggota dan para pelatih.


“Kalau saya katakan hampir sempurna, karena yang sempurna hanya Tuhan. Tetapi apa yang sudah adik-adik lakukan patut diapresiasi. Kalian sudah menunjukkan disiplin, tanggung jawab dan kerja keras,” ujarnya


Abustan menekankan bahwa berbagai nilai yang diperoleh selama menjalani proses sebagai Paskibraka tidak boleh berhenti setelah tugas selesai. Disiplin, kebersamaan, keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam tim harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Barru didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Barru M. Fadly Ramadhan Pawae dan Ketua PPI Kabupaten Barru Hidayatuddin.


Pertemuan berlangsung interaktif. Para Paskibraka tidak hanya menerima arahan mengenai kebangsaan, tetapi juga mendapatkan perspektif tentang kehidupan, kepemimpinan, pilihan masa depan, serta pentingnya mempersiapkan diri setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka.


Abustan menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa menjadi Paskibraka bukanlah titik akhir, melainkan salah satu tahapan untuk membentuk karakter dan mempersiapkan generasi muda menghadapi kehidupan yang lebih luas.


Paskibraka bukan akhir dari perjalanan. Ini justru awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki integritas, tahu tujuan hidup dan konsisten mengejarnya,” pesannya.

Previous Post Next Post