PINRANG -- Ikatan Wartawan Online (IWO) Pinrang mendesak Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Pinrang untuk lebih aktif turun ke lapangan guna memperkuat pengawasan dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan itu menyusul temuan lapangan yang menunjukkan masih adanya menu tidak sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
Berdasarkan hasil investigasi IWO, persoalan utama terletak pada ketidaksesuaian porsi makanan. Penyesuaian porsi dinilai krusial agar makanan lebih disukai anak-anak sehingga meminimalkan makanan yang terbuang.
Selain itu, IWO juga merekomendasikan pemantauan rutin terhadap kualitas menu di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tidak hanya terbatas pada pembenahan infrastruktur bangunan.
Ketua IWO Pinrang, Soemarlin, menyatakan saat ini fokus mengawal jalannya program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Kehadiran kami dalam melakukan pemantauan adalah bentuk dukungan kepada pimpinan BGN agar kualitas program ini lebih baik," ujar Soemarlin.
Soemarlin mengapresiasi langkah pemimpin baru BGN, Sudaryono, yang dinilai telah berupaya memperbaiki tata kelola MBG. Ia pun mengingatkan jajaran BGN di daerah agar proaktif melakukan pengawasan langsung di lapangan, tidak sekadar menunggu laporan dari kantor.
"Kebanyakan menu yang disajikan di sekolah kami tidak dimakan siswa. Alasannya bervariasi, tetapi yang paling utama adalah anak-anak tidak suka karena kurang variatif. Selera makan mereka jadi berkurang dan ada pula yang bosan, sehingga makanannya hanya dihambur-hamburkan. Jadi, pas wadah dikembalikan dan diperiksa, banyak yang terbuang. Daripada mubazir, kami ambil untuk pakan ayam," ujar seorang guru SD di Kabupaten Pinrang yang enggan disebutkan namanya.
Ia berharap Badan Gizi Nasional (BGN) memperhatikan persoalan ini dan segera melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyalur makanan.
