Pinrang — Anggota Komisi XI DPR RI, Ir. H. La Tinro La Tunrung, melaksanakan workshop pendidikan bertema “Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar” di Hotel MS, Kabupaten Pinrang.Senin 14 September 2026
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memberikan motivasi kepada para pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Workshop diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi peserta untuk mengembangkan proses pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Workshop ini dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Muh. Ridwan Bais, S.Pd., para kepala sekolah tingkat SD dan SMP, serta peserta workshop.
Dalam sambutannya, Muh. Ridwan Bais, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop pendidikan seperti ini sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan wawasan para peserta yang nantinya dapat diterapkan untuk mendukung peningkatan program pendidikan di Kabupaten Pinrang.
“Kami merasa bersyukur atas kegiatan workshop ini. Mudah-mudahan materi dan pengalaman yang diperoleh para peserta dapat dibawa ke lingkungan sekolah masing-masing sehingga memberikan manfaat dan ikut meningkatkan program serta kualitas pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ir. H. La Tinro La Tunrung dalam arahannya mengatakan bahwa perkembangan teknologi harus menjadi peluang bagi dunia pendidikan untuk terus berkembang. Para guru dan tenaga pendidik diharapkan tidak takut terhadap perubahan, tetapi justru mampu menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan berkualitas.
Ia memberikan motivasi kepada para peserta agar terus meningkatkan kompetensi dan tidak berhenti belajar. Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan para pendidik dalam mengikuti perkembangan zaman sekaligus tetap mengedepankan nilai-nilai pendidikan dalam proses pembelajaran.
“Jangan pernah berhenti belajar dan beradaptasi. Digitalisasi harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi,” pesan La Tinro La Tunrung.
Selain membahas digitalisasi pendidikan, La Tinro La Tunrung juga menyampaikan perhatian terhadap keberadaan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dalam penyampaiannya, ia mengatakan bahwa PPPK paruh waktu diarahkan untuk dapat berproses menjadi PPPK penuh waktu secara bertahap mulai 2027, sesuai dengan kebijakan dan ketentuan yang berlaku.
Ia juga menyampaikan bahwa terdapat peluang bagi PPPK penuh waktu untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS), sepanjang memenuhi persyaratan dan mengikuti mekanisme seleksi yang ditetapkan pemerintah.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh para peserta workshop, khususnya kalangan pendidik. Harapannya, perhatian terhadap peningkatan kompetensi guru dapat berjalan seiring dengan upaya memberikan kepastian dan pengembangan karier bagi tenaga pendidik.
Workshop ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan langkah nyata di lingkungan sekolah. Dengan meningkatkan kompetensi guru, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan insan pendidikan, kualitas pendidikan di Kabupaten Pinrang diharapkan semakin maju dan mampu melahirkan generasi yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.
