Barru dalam Al-Qur’an, Dari Makna Kebaikan hingga Harapan agar Selalu di Hati


Barru — Sebuah pesan menarik dan penuh makna mengemuka dalam kunjungan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Drs. La Ode Ahmad P. Bolombo, AP., M.Si., di Desa Siddo, Kabupaten Barru, Rabu (9/9/2026).

Bukan hanya membahas Transformasi Posyandu dan pembangunan desa, pertemuan tersebut juga menghadirkan perbincangan hangat mengenai nama Barru yang dikaitkan dengan makna kebaikan dalam Al-Qur’an.

Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kata “Al-Barru” terdapat dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah At-Tur ayat 28, “Innahu huwal barrur rahiim,” yang bermakna sesungguhnya Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan lagi Maha Penyayang.

Dengan penuh kehangatan, Wakil Bupati menyampaikan bahwa makna tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan dan pembangunan daerah.

“Kalau ada yang hadir di sini tidak baik-baik, berarti bukan orang Barru,” ujar Wakil Bupati, disambut tawa dan tepuk tangan para peserta.

Pesan tersebut kemudian berlanjut dalam sambutan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad P. Bolombo. Dalam suasana dialogis dan penuh keakraban, ia menyampaikan harapannya agar Barru selalu mendapat tempat di hati dan terus menjadi perhatian dalam perjalanan pembangunan desa.

“Pokoknya Barru terus, tidak ada lamanya,” ungkap Dirjen.

Ia mendorong jajaran pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk terus membangun komunikasi dan menyampaikan data serta kebutuhan desa secara valid. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat dirumuskan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

Pesan “Barru selalu di hati” juga dikaitkan dengan pentingnya menjaga ikatan masyarakat dengan tanah kelahirannya. Dirjen mengajak masyarakat Barru, termasuk mereka yang berada di perantauan, untuk tetap memiliki kedekatan dan kepedulian terhadap kampung halaman.

Menurutnya, daerah harus terus dibangun agar tidak hanya dikenang ketika masyarakat pulang kampung pada momentum tertentu, tetapi menjadi tempat yang selalu dirindukan. Desa-desa perlu terus memperkuat potensi lokal, produk UMKM, kuliner, dan berbagai daya tarik yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Dari Desa Siddo, pesan tentang Barru dalam Al-Qur’an dan harapan agar Barru selalu di hati menjadi refleksi bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang program dan infrastruktur. Pembangunan juga harus menghadirkan kebaikan, memperkuat ikatan masyarakat dengan daerahnya, serta menjadikan desa sebagai rumah yang selalu dirindukan.

Sejalan dengan makna Al-Barru, Kabupaten Barru diharapkan terus tumbuh dengan semangat kebaikan, kepedulian, dan kebersamaan, menjadikan desa sebagai fondasi pembangunan serta Barru sebagai daerah yang selalu memiliki tempat di hati.

Previous Post Next Post